Berita Denpasar

Dibantu Kemenkes, RSUP Sanglah Akan Unggulkan Estetika untuk Wisata Medis

RSUP Sanglah mulai mengembangkan layanan Dermatokosmetik, serta berbagai layanan estetika lainnya untuk wisata medis.

ist
Wakil Mentri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono ketika lakukan peninjauan wisata medis di RSUP Sanglah pada, Jumat (18 Juni 2021). 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Melihat kebutuhan akan estetika di Provinsi Bali, membuat RSUP Sanglah mulai mengembangkan layanan Dermatokosmetik, serta berbagai layanan estetika lainnya untuk wisata medis.

Ketika ditemui, Direktur Umum RSUP Sanglah Denpasar, dr. Wayan Sudana mengatakan bahwa layanan estetika ini nantinya akan go branding dengan Negara Korea Selatan. 

"Kemarin kita namai layanannya kan Dermatokosmetik, urusan di kulit saja nanti dikembangkan dikemas dan nantinya namanya Estetika. Estetika ini nanti kita go branding dengan Korea tidak main-main kita mungkin mau lihat kesana dulu, ke Korea," katanya pada, Sabtu 19 Juni 2021. 

Sebelumnya, memang RSUP Sanglah akan menggungulkan layanan bedah jantungnya untuk wisata medis.

Namun seiring berkembangnya zaman, ternyata kebutuhan akan Estetika juga meningkat.

Wamenkes Dante Saksono Tinjau Kesiapan Wisata Medis di RSUP Sanglah Denpasar 

Selain Bedah Jantung, RSUP Sanglah Denpasar juga Siapkan Layanan Dermatokosmetik untuk Wisata Medis

Hal tersebutlah yang mendorong RSUP Sanglah untuk mengembangkan layanan Estetikanya.

Terlebih Kementerian Kesehatan juga mendukung adanya kegiatan ini. 

"Kebetulan ini kan support-nya dari Kementerian, supportnya luar biasa sehingga memudahkan kita untuk melakukan pengembangan itu. Dan beliau berkunjung kesini. Dan beliau sudah menyampaikan sebenarnya devisa kita itu kan keluar berapa? 100 triliun ya pertahun dan itu sebenarnya tidak harus keluar," tambahnya.

Sementara itu, pada permasalahan tenaga kerja untuk wisata medis, RSUP Sanglah Denpasar akan menambah beberapa perawat.

Kemudian untuk peralatan medis wisata medis, nantinya akan dibeli dengan menggunakan anggaran dalam APBN.

Selain itu Kemenkes pun juga mensupport dana untuk kegiatan wisata medis di RSUP Sanglah kurang lebih 200 Miliar.  

"Kita harapkan sih perencanaannya akhir tahun ini. Sehingga kami diminta berproses aja dulu, misalnya membuat perencanaan jadi mencari konsultan perencana kemudian selanjutnya lakukan pengadaan untuk pembangunan fisik. Jadi siapa yang membangun itu kan ada mekanismenya, tender bisa dilakukan itu," imbuhnya. 

Dan nantinya beberapa Rumah Sakit yang ditunjuk untuk wisata medis akan saling bekerjasama dan menjadi partner walaupun layanan yang diunggulkan sama.

Dan mengenai tarifnya, pihak RSUP Sanglah masih akan merancang semuanya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved