Bali United

Bali United Tampil Kurang Memuaskan di Tour de Java, Pelatih akan Segera Evaluasi Pemain

Setelah melakoni laga uji coba di pulau jawa atau Tour De Java, Staff Pelatih Bali United merasa penampilan pemain kurang memuaskan dan perlu dilakuka

Editor: Harun Ar Rasyid
ist
Gelandang Bali United Brwa Nouri saat menguasai bola dalam laga uji coba kontra Persis Solo di Stadion Manahan Solo, Rabu 17 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Setelah melakoni laga uji coba di pulau jawa atau Tour De Java, Staff Pelatih Bali United merasa penampilan pemain kurang memuaskan dan perlu dilakukan evaluasi.

Laga melawan Barito Putera di Lapangan Lestarindo Sports Garden Boyolali, Jumat 18 Juni 2021 sore merupakan tanda berakhirnya rangkaian tur uji coba Bali United bertajuk Tour de Java.

Meskipun raihan Tour de Java kurang memuaskan, tim pelatih merasa target utama tim sudah terpenuhi.

Tour de Java dilaksanakan hampir sepekan lamanya.

Selama Tour de Java sejak Minggu 13 Juni 20201, Bali United menjalani total empat laga. Pertandingan pertama melawan PSIM Yogyakarta berakhir dengan kemenangan 2-1, dilanjutkan hasil imbang 1-1 pada laga kedua Senin 14 Juni 2021).

Di pertandingan ketiga pada Rabu 16 Juni 2021 Rizky Pellu CS berhasil kembali memetik kemenangan 2-1 saat melawan Persis Solo.

Pertandingan terakhir melawan Barito Putera berakhir dengan kekalahan 0-2.

Pelatih fisik Yogie Nugraha mengakui hasil yang didapatkan Bali United memang kurang memuaskan.

Baca juga: EURO 2020 Grup E: Imbang Lagi, Spanyol Tertahan di Posisi ke 3, Polandia Raih Poin Pertama

Khususnya, pertandingan pamungkas yang berakhir dengan kekalahan. Namun, dia menegaskan terlepas dari hasil akhir, tujuan utama tim sudah terpenuhi.

“Yang pasti dalam Tour de Java ini kami sudah memberikan kesempatan kepada seluruh pemain,” ujar pelatih fisik Bali United Yogie Nugraha.

“Tidak ada pemain muda, pemain tua, atau pemain asing. Semua kami berikan kesempatan. Sampai kiper pun,” imbuhnya.

Sementara, untuk kekalahan di pertandingan terakhir, pelatih yang mengantongi Lisensi A AFC tersebut mengakui mental pemain dalam menanggapi insiden tidak terduga menjadi pekerjaan rumah.

Sebab, dia melihat ada satu insiden di balik proses gol pertama Barito Putera yang kemudian merembet memengaruhi permainan tim sampai akhir.

Walau demikian, secara teknis Yogi puas dengan penampilan anak asuhnya.

“Pemain hilang konsentrasi saat wasit memberikan komunikasi untuk membuang bola. Harusnya wasit memberhentikan pertandingan melalui peluit. Namun, wasit hanya bicara,” tutur manatanpelatih fisik Persija Jakarta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved