Breaking News:

Berita Buleleng

Pelamar SMP Negeri di Buleleng Capai 11.654 Orang, Seluruhnya Sudah Tertampung di Sekolah

Dengan penemuan data ini, secara real jumlah peserta yang melamar di SMP Negeri di Buleleng menjadi 11.654 orang

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Karsiani Putri
Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Setelah melakukan penyisiran data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng menemukan ada sebanyak 903 pelamar yang  mendaftar lebih dari satu sekolah, menggunakan jalur zonasi dan prestasi.

BACA JUGA: Optimasi SWRO Ceningan Guna Mengantisipasi Kebutuhan Air Pasca Pembangunan Pelabuhan Bias Munjul

Dengan penemuan data ini, secara real jumlah peserta yang melamar di SMP Negeri di Buleleng menjadi 11.654 orang. 

Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika ditemui Rabu 30 Juni 2021 mengatakan,  dengan ditemukannya data pelamar yang mendaftar lebih dari satu sekolah, pihaknya menjadi lebih mudah untuk memantau siswa-siswa mana saja yang belum mendapatkan sekolah. 

"Ada calon peserta didik yang mendaftar double. Begitu tidak diterima di jalur prestasi, langsung terpental masukan di jalur zonasi. Jadi, datanya sudah kami bersihkan sehingga jumlah pelamar realnya sebanyak 11.324. Mereka sudah tertampung di sekolah, dan sudah kami umumkan per Rabu ini," ucapnya. 

Setelah mendapatkan data real jumlah pelamar, terdapat selisih lagi 330 orang murid.

Sebab, berdasarkan data yang dimiliki, output SD di Buleleng sejatinya sebanyak 11.654.

Selisih ini terjadi karena data pelamar dari SMP swasta di Buleleng diakui Astika belum diterima oleh pihaknya. 

Kendati demikian, Astika menyebut pihaknya telah menyiapkan ancang-ancang untuk membuka posko drop out untuk mencari siswa yang belum mendaftar atau belum tertampung di sekolah. 

Penyisiran dengan posko drop out ini akan dilakukan mulai tanggal 1 hingga 7 Juli.

"Kami masih menunggu data dari SMP swasta dulu. Kalau misalnya masih terjadi selisih, maka kami akan menyisir lewat posko drop out, anak-anak mana saja yang belum mendaftarkan diri ke sekolah, akan kami fasilitasi sehingga anak tersebut bisa mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik," terangnya. 

Sementara untuk persoalan yang terjadi di SMP Negeri 2 Gerokgak, pihaknya telah memutuskan untuk memberlakukan kelas gemuk.

Artinya untuk satu rombel akan diisi sebanyak 39 siswa.

"428 pelamar yang mendaftar di sekolah itu dengan jumlah rombel 11. Jadi, masing-masing rombel diisi 39 orang. Kelebihan peserta didik ini sudah kami optimalkan, sehingga anak-anak bisa tertampung di sekolah yang mereka inginkan," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved