Berita Buleleng
Wabup Buleleng Minta Maaf, Jalan Rusak di Tegallinggah Bali Belum Bisa Diperbaiki Tahun 2026
Pemerintah Kabupaten Buleleng tetap berkomitmen memasukkan perbaikan jalan tersebut dalam program tahun depan.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kondisi ruas jalan di wilayah Banjar Dinas Bukitsari, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng mengalami kerusakan. Sayangnya upaya perbaikan belum bisa dilakukan tahun ini, karena keterbatasan anggaran.
Pantauan Tribun Bali, kondisi jalan mengalami kerusakan cukup parah dengan permukaan aspal yang sudah banyak terkelupas dan berlubang di sejumlah titik.
Sebagian badan jalan tampak berubah menjadi hamparan batu kerikil dan tanah akibat lapisan aspal yang aus.
Kerusakan terlihat memanjang hampir di seluruh ruas jalan, sehingga kendaraan, terutama sepeda motor, harus melaju pelan untuk menghindari lubang dan permukaan yang tidak rata.
Baca juga: Jalan Rusak Berat di Karangsari-Geriana Kangin Karangasem Baru Tertangani 1,2 Kilometer
Kondisi ini berpotensi membahayakan pengendara, apalagi saat hujan karena lubang bisa tertutup genangan air.
Ruas jalan ini menjadi akses harian masyarakat. Meski masih bisa dilalui kendaraan roda dua, kondisi jalan terlihat tidak nyaman dan memerlukan perbaikan segera.
Kerusakan jalan ini pun diakui Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna.
Di hadapan masyarakat sekitar, Wabup asal Desa/Kecamatan Tejakula itu menyampaikan permohonan maaf sebab perbaikan jalan belum bisa dilakukan tahun ini.
"Saya sampaikan permohonan maaf dan pemakluman kepada masyarakat di Desa Tegallinggah, karena pada tahun ini belum bisa kita kerjakan," ujar Supriatna saat penyerahan hewan kurban bantuan kemasyarakatan Presiden di masjid Ar Rahmah, Kamis 28 Mei 2026.
Walau demikian, Pemerintah Kabupaten Buleleng tetap berkomitmen memasukkan perbaikan jalan tersebut dalam program tahun depan.
Ia menyebut peningkatan jalan direncanakan mulai dikerjakan pada 2027.
Kerusakan jalan di lokasi tersebut disebut masuk kategori rusak sedang menuju rusak berat.
Panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer.
"Kurang lebih sekitar 1 kilometer ada yang berlubang-lubang di jalan ini," katanya.
Untuk diketahui, Buleleng memiliki ruas jalan paling panjang di wilayah Bali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Wabup-Buleleng-Minta-Maaf-Jalan-Rusak-di-Tegallinggah-Bali-Belum-Bisa-Diperbaiki-Tahun-2026.jpg)