Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Harga Pakan Ternak Ayam Meningkat 30 Persen, Naik Sejak 4 Bulan Lalu

Harga makanan ternak ayam bertelur meningkat drastis sejak beberapa bulan lalu.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Karsiani Putri
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
PAKAN TERNAK - Harga makanan ternak ayam bertelur meningkat drastis sejak beberapa bulan lalu. Peningkatan perkilogramnya diperkirakan sekitar 30 persen dibanding harga sebelumnya. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA- Harga makanan ternak ayam bertelur meningkat drastis sejak beberapa bulan lalu.

Peningkatan perkilogramnya diperkirakan sekitar 30 persen dibanding harga sebelumnya.

BACA JUGA: Besok Sabtu 3 Juli 2021 PPKM Darurat Diterapkan di Gianyar, Ada Toleransi untuk Upacara Ngaben

Seperti harga jagung beserta sentrat untuk makanan ternak (ayam) setiap harinya.

Nyoman Sumadi, peternak ayam asal dari Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Bali mengatakan  harga  pakanan ternak naik sejak 4 bulan lalu. 

Harga jagung sebelumnya Rp 4.500 perkilogram  menjadi Rp 6 ribu.

Sedangkan sentrat  perkilogramnya berada dikisaran angka Rp 7.500  perkilogramnya.

"Harga pakan untuk ayam bertelur sudah naik sejak 4 bulan lalu. Banyak peternak yang mengeluhkan kondisi ini. Mengingat harga telur di pasaran menurun sejak beberapa bulan yang lalu di Bali. Kondisi peternak terjepit," kata Nyoman Sumadi, Jumat 2 Juli 2021.

Meningkatnya harga pakan ternak kemungkinan karena  ditutupnya impor jagung oleh  Pemerintah sehingga harga jagung lokal mengalami  peningkatan.

Banyaknya perusahaan besar yang membeli pasokan jagung juga menjadi pemicu meningkatnya harga  jagung dan sentrat perkilonya.

"Setelah petani panen jagung, perusahaan besar langsung memborong untuk keperluannya dia. Sehingga berimbas ke peternak kecil. Makanya kita berharap impor jagung dibuka, sehingga peternak bisa menjangkau harga pakan ternak," harapnya.

Ditambahkan, harga telur per tray-nya alami penurunan di pasar.

Harga sebelumnya berada dikisaran Rp 38 ribu per tray, kini turun jadi Rp 32 ribu per tray.

Penurunan harga telur karena turunnya permintaan dipasaran sehingga peternak disekitar Kecamatan sangat dilema dengan kondisi saat ini.

"Harga telur alami penurunan. Kemungkinan karena minimnya daya beli warga terhadap telur. Apalagi saat sebagian besar hotel di Karangasem dan Bali tutup dikarenakan pandemi. Sehingga penjualan telur mengalami penurunan drastis dibandingkan sebelum pndemi,"akui Nyoman Sumadi.

Pihaknya berharap kondisi kembali normal seperti sebelumnya.

Harga pakan ternak bisa normal sehingga para peternak tak mengeluh.

Minimal pengeluaran dan penghasilan seimbang, tak merugi.

Untuk saat ini harga makanan ternak dengan penghasilan dari penjualan telur tak seimbang. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved