Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

BATAL Order dari Pembeli, Harga Pasir Melonjak, Sopir Truk Terpaksa Parkir Armada di Karangasem

Kenaikan harga signifikan. Berdasarkan informasi di lapangan, harga pasir di lokasi tambang yang awalnya Rp800 ribu menjadi Rp1.200.000 per truk. 

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
TRUK PASIR - Truk pengangkut material Galian C saat melintas di jalur Sidemen belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM - Harga pasir di beberapa lokasi penambangam Galian C di wilayah Karangasem mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. 

Hal ini membuat beberapa sopir truk yang sehari-hari mengangkut pasir untuk dijual, terpaksa sementara memarkir kendaraannya karena pembatalan order.

Kenaikan harga pasir ini, dipicu karena adanya isu penyesuaian harga solar non subsidi. Sehingga membuat operasional di beberapa lokasi tambang juga ikut meningkat.

Kenaikan harga pun cukup signifikan. Berdasarkan informasi di lapangan, harga pasir di lokasi tambang yang awalnya Rp800 ribu menjadi Rp1.200.000 per truk. 

Baca juga: ANCAMAN PSBS Biak & Semen Padang Berpeluang Terdegradasi, Huni Juru Kunci di Klasemen Super League!

Baca juga: Ogoh-ogoh Buta Sigug Sudah di Alun-alun, Sempat “Istirahat di RSUD Payangan Antisipasi Kemacetan

Kondisi ini membuat banyak pembeli material membatalkan orderan. Sehingga sementara sopir truk pengangkut pasir harus memarkir armada mereka.

"Sudah dua hari ini saya tidak angkut pasir, pembeli cancel orderan karena harga pasir naik," ungkap seorang sopir truk asal Sidemen, Gede Aris, Senin (13/4).

Menurutnya sebelum kenaikan harga, ia menjual pasir ke pelanggannya seharga Rp2000.000 per truk. Harga tersebut sudah termasuk biaya angkutan dan faktur (pajak). Namun dengan kenaikan harga ini, ia mengaku belum menentukan harga.

"Semenjak harga naik, saya belum dapat orderan pasir. Kalau harga pasir di galian naik, tentu saya juga naikan harga," ungkap dia.

Sementara beberapa kontraktor juga kelimpungan dengan kenaikan harga material, khususnya pasir. Menurutnya biaya operasional meningkat drastis, padahal proyek sudah berjalan.

"Naiknya benar-benar memberatkan. Harga pasir cor sampai Rp2,5 juta. Padahal proyek sudah berjalan," ungkap seorang kontaktor, Ngurah Gde.

Ia pun berharap pemerintah bisa mengambil kebijakan, untuk mengontrol harga BBM sehingga tidak berpengaruh ke harga material maupun harga kebutuhan pokok.

Sementara Kepala BPKAD  Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi tentang kenaikan harga material tersebut di beberapa lokasi di Galian C 

Menindaklanjuti hal tersebut, BPKAD sudah menurunkan staf untuk melaksanakan sosialisasi kepada pengusaha terkait SK Gubernur Bali tentang tarif dasar MBLB.

"Pemerintah tetap berpedoman pada SK Gubernur Bali Nomor 101 Tahun 2025 tentang harga dasar MBLB. Jadi kami harap pengusaha di Galian C tetap mengikuti harga dalam ketentuan tersebut," ujarnya, Senin (13/4). (mit)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved