Breaking News:

Berita Denpasar

Pastikan Pariwisata Batal Buka Juli Ini, Gubernur Bali I Wayan Koster: Kan Darurat Sudah

Rencana pembukaan Bali bagi wisatawan mancanegara pada akhir Juli 2021 dipastikan batal.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Karsiani Putri
Pastikan Pariwisata Batal Buka Juli Ini, Gubernur Bali I Wayan Koster: Kan Darurat Sudah
Ragil Armando
Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam konferensi persnya di Gedung Gajah, Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, Jumat 2 Juli 2021

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Rencana pembukaan Bali bagi wisatawan mancanegara pada akhir Juli 2021 dipastikan batal.

Hal ini dikarenakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat sesuai perintah Pemerintah Pusat pada tanggal 3 Juli-20 Juli 2021.

BACA JUGA: PPKM Darurat Diberlakukan di Jawa dan Bali, PTM Kembali Ditunda

Bahkan, objek-objek wisata di Bali sendiri dipastikan akan ditutup oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sebagai bagian dari pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Kan darurat sudah, akhir Juli otomatis sudah nggak mungkin lagi, kan objek wisatanya ditutup, perjalanannya dibatasi, bagaimana mungkin dibuka objek wisata, ditunda lah,” kata Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam konferensi persnya di Gedung Gajah, Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, Bali  Jumat 2 Juli 2021.

Bahkan, Ia menegaskan bakal menutup objek wisata untuk selamanya jika diketahui melanggar penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Kalau melanggar prokes semua objek wisata ditutup,” tegas Koster.

Oleh sebab itu, Ia meminta setiap orang agar membatasi aktivitas di luar rumah dan berupaya menunda atau mengurangi perjalanan keluar daerah terutama daerah kategori zona merah.

“Kepada Bupati/Walikota se-Bali agar melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap PPDN yang menggunakan Pelabuhan dan Jalan Nasional dengan mengaktifkan pos pemeriksaan yang bersinergi dengan aparat TNI/Polri pada perbatasan wilayah guna memastikan pelaksanaan protokol kesehatan dan persyaratan perjalanan bagi PPDN,” katanya.

Koster juga mengungkapkan bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin suntik 1), surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan dengan transportasi darat dan laut wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin suntik 1), surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

“Untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin,” terangnya

Untuk menunjukan keakuratan dan memastikan keaslian hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen, surat keterangan tersebut wajib dilengkapi dengan Barcode/QRCode.

“Penyelenggara Bandar Udara, Pelabuhan, dan Transportasi Darat agar mengatur dan memperketat pelaksanaan prokes dan pemeriksaan persyaratan perjalanan PPDN, termasuk mengatur ketersediaan SDM dan peralatan, serta memberikan laporan harian kepada Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali,” pintanya.

Khusus Pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dilakukan pengetatan pengawasan hasil tes bagi PPDN, dengan menempatkan pos pemeriksaan gabungan yang dikoordinir oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), difasilitasi oleh PT. ASDP Indonesia Ferry. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved