Breaking News:

Berita Bali

3 WNA Rusia Lakukan Pemerasan Terhadap Pengusaha Asal Uzbekistan di Bali, 1 Tertangkap dan 2 Buron

Direktur Reskrimum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, pengusaha tersebut adalah NR (43) asal Uzbekistan yang diduga diperas

Tribun Bali/Rizal Fanany
Press release kasus pemerasan oleh WN Rusia di Lobi Dit Reskrimum Polda Bali, Denpasar, Bali, Selasa 6 Juli 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali berhasil mengungkap sindikat tindak pidana pemerasan dengan ancaman yang dilakukan oleh 3 orang Warga Negara Asing (WNA) Rusia terhadap seorang pengusaha asing asal Uzbekistan di Bali yang mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Direktur Reskrimum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, pengusaha tersebut adalah NR (43) asal Uzbekistan yang diduga diperas oleh tiga orang warga negara Rusia, dan salah satunya EB, laki-laki (65) berhasil ditangkap.

Sedangkan kedua terduga pelaku lain, OB dan MZ masih menjadi buronan polisi.

"Rangkaian pemerasan terjadi beberapa kali, pertama terjadi pada 17 Februari 2021 di kantor korban rental good bike di Jalan Pantai Batu Bolong kawasan Canggu, Kuta, Badung dan 26 Februari 2021 di Island Beach bar. Korban terpaksa menyerahkan data 21 unit sepeda motor karena mendapatkan ancaman," ujar Djuhandhani dalam press release di Lobi Dit Reskrimum Polda Bali, Denpasar, Bali, Selasa 6 Juli 2021.

Baca juga: Teroris AS Kabur dari Polda, Ini Penjelasan Lengkap Mabes Polri

"Rangkaian pemerasan selanjutnya terjadi pada 22 Mei 2021 hingga 3 Juni 2021 di Jalan Pantai Batu Bolong

Pemerasan tersebut terjadi beberapa kali sampai dengan 1 Juli 2021 di parkiran sebelah Pepito Express Kerobokan, saat pelaku ditangkap," jabarnya.

Pada rangkaian pemerasan tersebut korban terus dipaksa untuk menyerahkan puluhan unit sepeda motor lengkap dengan BPKB.

Djuhandhani menjelaskan, kronologis yang menimpa korban, awal mulanya, terlapor datang ke kantor korban untuk membicarakan tentang sebuah kasus yang menimpa seorang WNA berinisial DB yang keberadaannya saat ini belum diketahui.

"Dan saat itu pelapor meminta data sepeda motor yang dijual oleh DB kepada perusahaan tersebut, yang akan diserahkan kepada polisi, mendengar penjelasan dari terlapor, korban kemudian takut terlibat masalah sehingga korban terpaksa mau menyerahkan 21 unit sepeda motor beserta BPKB secara bertahap dengan menaruhnya di tempat yang telah ditentukan," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved