Berita Badung

Syarat Perjalanan Selama PPKM Darurat Ketat, Trafik Pergerakan Penumpang Domestik Menurun Tajam

Trafik pergerakan penumpang domestik terminal domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menurun tajam

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Ilustrasi- Trafik pergerakan penumpang domestik terminal domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menurun tajam pada hari pertama pemberlakuan syarat vaksinasi Covid-19 dan hasil negatif PCR atau pada 5 Juli 2021 kemarin 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA- Trafik pergerakan penumpang domestik terminal domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menurun tajam pada hari pertama pemberlakuan syarat vaksinasi Covid-19 dan hasil negatif PCR atau pada 5 Juli 2021 kemarin.

Dari data Lalu Lintas Jalur Udara (LLJU) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali untuk  terminal kedatangan domestik  kemarin hanya berjumlah 954 penumpang menurun tajam jika dibandingkan sehari sebelumnya atau pada tanggal 4 Juli 2021.

Penurunan tajam pun terjadi pada terminal keberangkatan domestik kemarin hanya sebanyak 1.611 penumpang jika, dibandingkan sehari sebelumnya sangat menurun drastis.

"Trafik penumpang kedatangan kemarin jika dibandingkan tanggal 4 Juli 2021 terdapat penurunan 61 persen lebih, atau kedatangan kemarin 954 penumpang dan sehari sebelumnya (4 Juli 2021, red) sebanyak 2.471 penumpang," ungkap Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, Selasa 6 Juli 2021.

Persentase keberangkatan domestik periode yang sama (tanggal 5 Juli dibandingkan 4 Juli 2021) terdapat penurunan lebih tajam atau mencapai 69 persen lebih yang dimana tanggal 4 Juli 2021 keberangkatan mencapai 5.350 penumpang, sementara tanggal 5 Juli 2021 kemarin hanya 1.611 penumpang.

Disinggung apakah penurunan trafik pergerakan penumpang itu dampak dari ketatnya syarat perjalanan bagi pengguna moda transportasi udara dimasa PPKM Darurat Jawa-Bali, Taufan Yudhistira tidak memungkirinya bahwa penurunan pergerakan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali karena adanya syarat perjalanan yang lebih ketat saat diberlakukannya PPKM Darurat Jawa-Bali.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa memang dengan adanya persyaratan ketat perjalanan bagi pengguna moda transportasi udara tentunya trafik pergerakan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengalami penurunan," imbuhnya.

Syarat perjalanan yang saat ini diterapkan bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor SE 45 Tahun 2021.

Pada Surat Edaran Kemenhub Nomor 45 Tahun 2021 tersebut dinyatakan syarat dokumen bagi calon penumpang penerbangan antar bandara di Pulau Jawa, penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa, dan penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Bali, yaitu:

1. Sertifikat Vaksin Covid-19 pertama

2. Surat keterangan hasil tes negatif RT-PCR memiliki QRCode yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia

Untuk calon penumpang yang belum divaksin karena alasan medis berdasarkan keterangan Dokter Spesialis, dapat melakukan perjalanan udara dengan syarat dokumen:

1. Surat keterangan dari dokter spesialis

2. Hasil tes negatif RT-PCR memiliki QRCode yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan

BACA JUGA: Gubernur Bali Targetkan Satu Bulan Kedepan Agar Seluruh Anak Usia 12-17 Tahun di Bali Tervaksinasi

Jika hasil tes RT-PCR calon penumpang yang belum divaksin dengan alasan medis tersebut negatif namun menunjukkan gejala, maka calon penumpang tersebut tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan melakukan tes diagnostik RT-PCR serta isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved