Euro 2020

Final Piala Eropa Italia vs Inggris, Southgate Ingin Kemenangan dan Catatkan Sejarah The Three Lions

Tim besutan Gareth Southgate sukses melaju ke final Piala Eropa 2020 seusai menyingkirkan Denmark lewat skor akhir 2-1 di semifinal pada Kamis 8 Juli

Editor: Ady Sucipto
NEIL HALL / POOL / AFP
Manajer Inggris Gareth Southgate (kanan) dan pelatih Belgia Roberto Martinez bereaksi selama pertandingan sepak bola grup A2 UEFA Nations League antara Inggris dan Belgia di stadion Wembley di London utara pada 11 Oktober 2020. 

Di Stadion Wembley yang ramai penonton, Inggris akan menghadapi final pertama melawan tim Italia, tim yang terakhir memenangkan turnamen pada tahun 1968.

Dengan sejarah yang dipertaruhkan, Southgate ingin menantang para pemainnya untuk bisa melakukan pekerjaannya dengan gayanya.

“Mereka sangat menyenangkan. Kami memiliki satu langkah lagi melawan tim fantastis yang tidak terkalahkan dalam banyak pertandingan," ucapnya.

Italia, tak terkalahkan dalam 33 pertandingan terakhir mereka, telah menjadi salah satu tim paling mengesankan di turnamen tersebut.

Tapi Inggris akan memiliki sebagian besar dari 60.000 penonton Wembley yang menginginkan mereka menang. Itu akan menjadi faktor yang menurut Southgate sangat penting.

"Keuntungan besar adalah kami akan ditonton langsung penggemar kami,” katanya.

Hal hebat dalam kelompok pemain di tim Inggria adalah mereka memiliki begitu banyak pengalaman berbeda dan menemukan begitu banyak cara berbeda untuk memenangkan pertandingan.

"Mereka tidak panik pada saat-saat sulit, mereka bisa bertahan, lalu mereka bangkit dan kembali ke permainan. Pada akhirnya ini adalah malam yang indah untuk para penggemar kami, untuk publik kami dan untuk negara kami," katanya.

Pesta perayaan yang penuh rasa gembira terasa di penjuru Inggris usai peluit akhir. Memberikan momen katarsis bagi bangsa setelah begitu banyak kekalahan menyakitkan di turnamen sebelumnya.

Nyanyikan Lagu Sweet Caroline Bersama Ribuan Fans

Ekspresi kegembiraan dari ribuan penonton di Wembley tampak pada saat selebrasi usai pertandingan. Bersama Southgate dan para pemainnya, mereka bergabung bersama saat kompak menyanyikan lagu 'Sweet Caroline'.

Semuanya kompak menyanyikan bait-bait lagu yang sambil mengangka kedua tangannya ke atas yang diciptakan pada tahun 1969 itu.

Namun setelah itu, Southgate sadar bahwa Inggris perlu segera mengalihkan fokus mereka ke Italia yang kini telah bangkit di era Roberto Mancini.

"Ada kekacauan di lapangan dan saya adalah bagian darinya. Kami harus menikmati fakta bahwa kami berada di final, tetapi ada satu rintangan besar lagi yang harus ditaklukkan," ucap Southgate.

"Italia adalah tim yang sangat bagus. Saya pikir itu beberapa tahun terakhir. Mereka dalam performa luar biasa dan memiliki pejuang saat bertahan yang telah melalui segalanya. Ini pertandingan yang bagus untuk dinanti. Final ada untuk dimenangkan," katanya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved