Berita Bali

BPS Provinsi Bali Catat Angka Kemiskinan di Pulau Dewata Sebanyak 4,53 Persen per Maret 2021

Kepala BPS Bali, Hanif Yahya, secara umum pada periode Maret 2014 sampai Maret 2021, tingkat kemiskinan di Bali berfluktuasi

Tribun Bali/ Net
Ilustrasi Kemiskinan - BPS Provinsi Bali Catat Angka Kemiskinan di Pulau Dewata Sebanyak 4,53 Persen per Maret 2021 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – BPS ( Badan Pusat Statistik) Provinsi Bali mencatatkan bahwa jumlah penduduk miskin di Bali semakin bertambah di tahun 2021 ini.

Hal tersebut diungkapkan dalam siaran langsung di kanal Youtube resmi BPS Bali, pada Kamis 15 Juli 2021.

Dihimpun dari data yang dimiliki Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, pada Bulan Maret tercatat sebanyak 201,97 ribu jumlah data kemiskinan.

Data ini bertambah sekitar 5,05 ribu orang jika dibandingkan jumlah penduduk miskin pada September 2020 lalu yang tercatat yang sejumlaj 196,92 ribu orang.

Baca juga: Persentase Kemiskinan di Klungkung Tertinggi No 3 di Bali, DPRD Klungkung Minta Hal Ini

Artinya persentase penduduk miskin di Bali pada Maret 2021 tercatat sebesar 4,53 persen, naik menjadi 0,08 persen poin dibandingkan dengan posisi September 2020 yang tercatat sebesar 4,45 persen.

Sementara menurut Kepala BPS Bali, Hanif Yahya, secara umum pada periode Maret 2014 sampai Maret 2021, tingkat kemiskinan di Bali berfluktuasi.

Baik dari sisi jumlah maupun persentase, yang mana kenaikan cukup tinggi sempat terjadi pada September 2015 yang dipicu oleh kenaikan bahan bakar minyak.

“Setelah periode September 2015, kemiskinan di Bali berangsur-angsur turun, namun mulai naik lagi pada periode Maret 2020 hingga Maret 2021. Ini disinyalir kenaikan dipengaruhi oleh kondisi pandemi Covid-19 yang berimplikasi pada terpuruknya perekonomian Bali,” ungkapnya. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, selama periode September 2020 sampai Maret 2021, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat mengalami peningkatan.

Dari 4,04 persen pada September 2020 menjadi 4,12 persen pada Maret 2021.

Hal yang sama juga terjadi di daerah perdesaan. Tercatat persentase penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami peningkatan dari 5,40 persen pada September 2020 menjadi 5,52 persen pada Maret 2021.

Dan garis kemiskinan tercatat naik sekitar 3,21 persen, dari Rp 438.167,00 per kapita per bulan pada September 2020 menjadi Rp 452.221,00 per kapita per bulan pada Maret 2021.

"Untuk Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di Bali pada Maret 2021 tercatat sebesar 0,682. Angka ini naik sebesar 0,072 poin dibandingkan September 2020 yang tercatat sebesar 0,610, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) naik 0,031 poin dari 0,123 pada September 2020 menjadi 0,154 pada Maret 2021," paparnya.

Sedangkan pada indikator lain yang disertakan mendampingi indikator kemiskinan adalah ukuran ketimpangan pendapatan penduduk.

Baca juga: Angka Kemiskinan di Buleleng Bali Bertambah 0.13 Persen

Salah satu ukuran ketimpangan yang digunakan adalah Indeks Gini Ratio. Nilai indeks gini ratio berkisar antara 0 - 1.

"Semakin tinggi nilai indeks gini ratio menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi. Ketimpangan pendapatan di Bali yang digambarkan dengan Gini Ratio kondisi Maret 2021 sebesar 0,378 naik 0,009 poin dari kondisi September 2020 yang tercatat sebesar 0,369," imbuhnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved