Breaking News:

Liga Italia

Jika Tak Mau Kemurungan Bos Juventus di Akhir Musim Terulang, Bianconeri Harus Respon 2 Rivalnya Ini

Ada sebuah momen kurang menyenangkan di bangku cadangan Juventus Stadium seusai final Copa Italia 2020 lalu.

Editor: Ady Sucipto
AFP/MIGUEL MEDINA
Wakil Presiden Juventus, Pavel Nedved (kanan), bersama Presiden Juventus, Andrea Agnelli (kiri), menonton laga semifinal Coppa Italia Juventus vs AC Milan pada 12 Juni 2020 di Stadion Allianz, Turin, pada 12 Juni 2020. 

TRIBUN-BALI.COM – Ada sebuah momen kurang menyenangkan di bangku cadangan Juventus Stadium seusai final Copa Italia 2020 lalu.

Bos Bianconeri Andrea Agnelli terlihat kurang senang alias murung meskipun Federico Chiesa dkk berhasil meraih trofi juara Copa Italia 2020.

Orang nomor satu di Juventus sekaligus pemilik perusahaan mobil FIAT tersebut tampak merokok di pinggir lapangan seusai pesta berakhir.

Momen itu terabadikan dalam foto yang dirilis AFP yang menampilkan Andrea Agnelli terlihat sangat murung.

Ambisi Andrea Agnelli bersama Juventus memang sangat besar, mendominasi di Liga Italia belumlah cukup baginya, ia menginginkan Bianconeri menjadi juara Eropa alias meraih trofi Liga Champions.

Wakil Presiden Juventus, Pavel Nedved (kanan), bersama Presiden Juventus, Andrea Agnelli (kiri), menonton laga semifinal Coppa Italia Juventus vs AC Milan pada 12 Juni 2020 di Stadion Allianz, Turin, pada 12 Juni 2020.
Wakil Presiden Juventus, Pavel Nedved (kanan), bersama Presiden Juventus, Andrea Agnelli (kiri), menonton laga semifinal Coppa Italia Juventus vs AC Milan pada 12 Juni 2020 di Stadion Allianz, Turin, pada 12 Juni 2020. (AFP/MIGUEL MEDINA)

Baca juga: Hot Bursa Transfer Liga Italia: Inter Milan Tegaskan Tak Jual Barella ke 2 Klub Premier League Ini

Baca juga: RESMI Giroud ke AC Milan dan Siap Ditandemkan dengan Ibra, Maldini Isyaratkan Tambah 3 Pemain Ini

Gagal mendapatkan gelar Liga Champions dengan investasi sebesar itu,  Liga Italia juga hilang dari genggaman.

Inter Milan di bawah Antonio Conte sukses menjadi juara dengan mesin gol mereka, Romelu Lukaku.

Selain itu, ada  AC Milan juga berbenah, mereka tidak lagi hanya tim yang berharap masuk Liga Eropa.

Perbaikan di jajaran direksi membuat Rossonerri mulai mengintip peluang scudetto.

Inter Milan dan  AC Milan berbenah dalam 2 musim terakhir, bukan hanya investasi besar yang dikeluarkan, perubahan besar-besaran juga terjadi di jajaran direksi.

Inter Milan misalnya, musim lalu mereka juara  Liga Italia setelah Sunning grup masuk menggantikan Erick Thohir.

Investasi besar tidak serta merta membuat Inter Milan membaik, mereka sempat mengalami masalah ketika mendatangkan Joao Mario dan Gabriel Barbosa.

Pelatih Inter Milan Italia Antonio Conte (kanan) bereaksi setelah Inter membuka skor pada pertandingan sepak bola Serie A Italia Inter Milan vs Hellas Verona pada 25 April 2021 di stadion San Siro di Milan.
Pelatih Inter Milan Italia Antonio Conte (kanan) bereaksi setelah Inter membuka skor pada pertandingan sepak bola Serie A Italia Inter Milan vs Hellas Verona pada 25 April 2021 di stadion San Siro di Milan. (MIGUEL MEDINA / AFP)

Baca juga: UPDATE Liga Italia: AC Milan, Inter Milan dan Juventus Gigit Jari, Luis Alberto Bertahan di Lazio

Baca juga: Belum Puas Dapatkan Donnarumma, PSG Incar Bek AC Milan Ini di Bursa Transfer Pemain Eropa 2021

Keduanya gagal di  Inter Milan, dan mereka kalah dari Hapoel Be'er Sheva di Liga Eropa.

Musim lalu, di bawah Antonio Conte,  Inter Milan berubah menjadi tim yang sangat seimbang, mereka bertahan dan menyerang sama apiknya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved