Breaking News:

Berita Denpasar

WNA Asal Australia Ditemukan Meninggal di Denpasar, Polisi Sebut WEN Punya Riwayat Sakit Ini

Seorang warga negara asing (WNA) asal Australia di Denpasar, Bali, ditemukan meninggal dunia

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Polresta Denpasar
Petugas BPBD Kota Denpasar saat mengevakuasi jenazah WEN (75) dan membawa menuju RSUP Sanglah, Jumat 16 Juli 2021 - WNA Asal Australia Ditemukan Meninggal di Denpasar, Polisi Sebut WEN Punya Riwayat Sakit Ini 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang warga negara asing (WNA) asal Australia di Denpasar, Bali, ditemukan meninggal dunia di kamarnya pada Jumat 16 Juli 2021, sekitar pukul 06.00 Wita.

WNA tersebut diketahui berinisial WEN (75).

Mengenai hal ini Kasubbag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi, membenarkan peristiwa tersebut.

"Korban terlentang di atas kasur, kepala mengarah ke barat, memakai kateter tanpa memakai baju," ujar Iptu I Ketut Sukadi, Jumat 16 Juli 2021.

Baca juga: Mayat Mahasiswi Ditemukan Membusuk di Kamar Kos, Sedang Hamil 7 Bulan, Ada KTP Pria di Dekat Jenazah

Dalam keterangan saksi yang juga istri WEN berinisial EH (43), suaminya diketahui menghidap sakit selama lebih dari 10 tahun.

WEN diketahui menghidap sakit pembekuan darah, parkinson serta sakit jantung hingga dipasang ring.

Pada Kamis 15 Juli 2021 malam, WEN sempat demam tinggi.

Sekitar pukul 04.00 Wita, istrinya sempat memberikan obat penurun panas.

Namun sekitar pukul 06.00 Wita, saat dibangunkan WEN tidak bereaksi, saat dipanggil dan disentuh.

"Korban (WEN) meninggal sekitar pukul 06.00 Wita. Hasil pemeriksaan Tim Identifikasi Polresta Denpasar tidak ditemukan ada tanda kekerasan,"

"Dipastikan korban meninggal karena sakit yang dideritanya," tambahnya.

Usai dilakukan pemeriksaan di TKP, jenazah WEN sempat dibawa ke RSUP Sanglah untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum akhirnya dimakamkan.

DUKA Kadek Arta, Bayinya Infeksi Hati dan Empedu di RS Sanglah, Istri Meninggal Saat Melahirkan

Kesedihan mendalam dirasakan oleh Kadek Arta Wijaya (33).

Pria asal Banjar Dinas Banyu Buah, Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini harus berjuang sendirian, menjaga anak keduanya yang dalam kondisi lemah di RSUP Sanglah. 

Dikonfirmasi melalui saluran telepon Minggu 11 Juli 2021, Arta menyebut, buah hatinya itu didiagnosa mengalami infeksi hati dan empedu.

Akibat penyakit itu, tubuh sang bayi bewarna kuning, perut dan kelaminnya juga kini membesar.

Penyakit ini, kata Arta, muncul pada Sabtu pekan lalu.

Sebelum dirawat di RSUP Sanglah, bayi berumur dua bulan itu sempat dilarikan ke Puskesmas Pembantu Desa Bulian.

Di Puskesmas, bayinya diberi sirup penurun demam.

Namun karena kondisinya tak kunjung membaik, beberapa hari kemudian Arta kembali memeriksakan buah hatinya itu ke bidan desa.

Oleh bidan, bayi malang itu langsung dirujuk ke RS KDH BROS Singaraja tempat ia dilahirkan. 

Setibanya di RS KDH BROS, bayi itu kembali di rujuk ke RSUD Buleleng, karena membutuhkan penanganan yang lebih intesnsif.

"Di RSUD Buleleng anak saya sempat dirawat tiga hari, kemudian Jumat (9/7) pagi di rujuk ke RSUP Sanglah," tuturnya. 

Setibanya di RSUP Sanglah, pihak medis langsung melalukan penanganan berupa tes laboratorium dan USG.

Hasilnya, buah hatinya itu didiagnosa mengalami infeksi hati dan empedu. Kini bayi yang belum diberikan nama itu, tengah dirawat di Ruang Cempaka 3, Nomor 306 RSUP Sanglah.

"Sebelumnya hanya perutnya yang membesar. Sekarang sampai ke kelaminnya," terang pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan ini.

Baca juga: Motif Adik Aniaya Kakak Kandung Hingga Tewas di Buleleng, Cekcok Sejak Lama Sampai Saling Tantang

Disinggung terkait jaminan kesehatan, Arta mengaku bayinya itu kini sudah memiliki KIS, berkat bantuan sejumlah relawan.

Ia pun berharap buah hatinya yang berjenis kelamin laki-laki itu dapat segera sembuh.

Sebab, Arta telah kehilangan istri tercintanya, Ni Putu Wardani, beberapa jam setelah bayi tersebut dilahirkan.  

Arta menuturkan, pada 18 Mei sekitar pukul 17.00 wita, sang istri tiba-tiba drop saat hendak melahirkan anak kedua mereka di RS KDH BROS.

Sehingga persalinan harus dilakukan secara caesar.

Setelah melahirkan itu, almarhum Wardani tiba-tiba koma, hinggaa akhirnya meninggal dunia pada 19 Mei dinihari, tanpa sempat melihat buah hatinya. 

"Kesehatan istri saya saat masih ngidam memang kurang baik. Badannya kurus. Tapi kalau bayinya saat masih dalam kandungan, rutin dicek dan sehat. Bahkan saat dilahirkan juga kondisinya sangat sehat. Hanya bagian perutnya memang saat itu agak buncit. Gejalanya kemudian muncul Sabtu minggu lalu, badannya menguning, dan demam," jelasnya. (*).

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved