Soal Pemberlakuan PPKM Darurat, Luhut Minta Maaf, Pastikan Penuhi Kebutuhan Masyarakat Terdampak
Soal Pemberlakuan PPKM Darurat, Luhut Minta Maaf, Pastikan Penuhi Kebutuhan Masyarakat Terdampak
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA- Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali telah berjalan selama 16 hari.
Terkait penanganan PPKM tersebut, Koordinator PPKM Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Menurutnya, penanganan PPKM Darurat masih banyak kekurangan yang ditemukan di lapangan.
Baca juga: Menko Luhut: Perpanjangan PPKM Darurat Masih Dievaluasi, 2-3 Hari ke Depan Akan Kami Umumkan
Hal itu disampaikan Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).
"Sebagai Koordinator PPKM Jawa dan Bali, dari lubuk hati yang paling dalam, Saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika dalam penanganan PPKN Jawa Bali ini masih belum optimal," ungkap Luhut.
Luhut pun memastikan, bahwa pemerintah bersama seluruh jajaran menteri serta lembaga terkiat terus berupaya keras memastikan menghentikan penyebaran varian Delta Covid-19 ini.
Baca juga: Kemenhub Ungkap Mobilitas Masyarakat dengan Transportasi Udara Turun 70 Persen Selama PPKM Darurat
Selain itu, Luhut juga akan memastikan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak akibat PPKM ini.
Yakni, dengan memberikan bantuan sosial (bansos) maupun program bantuan lainnya yang telah disiapkan pemerintah.
"Saya bersama jajaran menteri dan kepala lembaga terkait akan terus bekerja keras untuk memastikan penyebaran varian Delta ini bisa diturunkan dan penyaluran Bansos ke masyarakat," jelas Luhut.
Artikel terkait telah tayang di Tribunnews dengan judul Luhut: dari Lubuk Hati Terdalam, Saya Minta Maaf kepada Seluruh Rakyat