Breaking News:

Berita Buleleng

Target Vaksinasi Tahap Pertama di Buleleng Bertambah Menjadi 615 Ribu Jiwa

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) menambah jumlah target vaksinasi

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Karsiani Putri
Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, yang juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa saat ditemui Minggu 18 Juli 2021 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) menambah jumlah target vaksinasi tahap pertama di Buleleng, Bali. 

Dari yang sebelumnya 578 ribu jiwa menjadi 615 ribu jiwa atau 74.43 persen dari jumlah penduduk.

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng pun mengupayakan agar target tersebut dapat diselesaikan hingga akhir Juli ini.

BACA JUGA: Pemuda Karangasem Gelar Aksi Solidaritas Dengan Berbagi Makanan Gratis Ditengah PPKM Darurat

Sekda Buleleng yang juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa ditemui Minggu 18 Juli 2021 mengatakan, perubahan target ini terjadi karena perkembangan kasus terkonfirmasi, data penduduk yang dinamis, serta penambahan sasaran vaksinasi, yakni untuk anak usia 12 hingga 17 tahun.

Jika tidak ada penambahan target ini, vaksinasi tahap pertama di Buleleng sejak Sabtu kemarin sejatinya sudah menyasar pada 440 ribu orang.

Untuk memenuhi tambahan target ini, Suyasa pun menyebut pelaksanaan vaksinasi akan gencar dilakukan untuk melayani vaksin warga yang tercecer.

Jika sebelumnya sudah dilaksanakan di lima titik, yakni di Kecamatan Buleleng, Banjar, Busungbiu, Gerokgak, dan Seririt maka pada Senin 19 Juli 2021 hingga Jumat 23 Juli 2021 vaksinasi akan dilakukan di Kecamatan Sukasada, Sawan, dan Kubutambahan.

"Vaksinasi akan terus dilakukan. Perkembangannya sudah sangat signifikan karena vaksinasi per hari itu kita sudah bisa diangka lebih dari 10 ribu orang. Ini sangat membantu dalam pencapaian target dari KCPEN. Selain itu vaksinasi dosis dua juga terus berjalan, di masing-masing Puskemas. Yang jelas vaksinnya cukup," ungkapnya.

Disisi lain, terkait penambahan tempat isolasi, Suyasa menyebut, pihak SMA dan SMK Bali Mandara sudah bersedia asramanya digunakan sebagai tempat isolasi OTG.

Di sekolah tersebut, mampu menampung sebanyak 312 OTG, dan per Sabtu kemarin sudah diisi sebanyak 13 orang.

"Saat ini jumlah tempat isolasi untuk OTG yang kita miliki cukup. Desa-desa juga sudah menyiapkan isolasi terpusat di wilayahnya masing-masing menggunakan rumah khusus untuk isolasi terpusat. Kalau ada Desa yang belum menyiapkan tempat isolasi, akan dicover oleh Pemkab dengan memindahkan OTG itu ke SMA dan SMK Bali Mandara atau di Asrama Undiksha," terangnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved