Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

Mulai 1 Mei, Warga Buleleng Wajib Pilah Sampah dari Rumah, TPA Bengkala Hanya Terima Sampah Residu

Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menerapkan kebijakan tegas dalam penanganan sampah.

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Timbunan sampah - Kondisi timbunan sampah di TPA Bengkala. Mulai 1 Mei, Pemkab Buleleng tidak lagi menerima sampah organik. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menerapkan kebijakan tegas dalam penanganan sampah.

Terhitung mulai 1 Mei 2026, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala hanya akan menerima sampah residu, sementara sampah organik tidak lagi diperbolehkan masuk.

Kebijakan ini menindaklanjuti kondisi TPA Bengkala yang dinilai sudah tidak memadai.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan perubahan sistem pengelolaan sampah menjadi keharusan. Terlebih penanganan sampah menjadi isu nasional. 

Baca juga: Sempat Terjadi Ketegangan dan Sampah Membeludak, TPS3R Sesetan Bali Pertimbangkan Syarat KTP

"Penanganan sampah menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Bahkan Presiden menargetkan penanganan sampah selesai dalam tiga tahun ke depan," ucapnya, Minggu (12/4/2026). 

Sutjidra mengatakan sistem Open Dumping TPA Bengkala ditargetkan berhenti akhir Juli 2026.

Menurutnya, penerapan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) harus dimaksimalkan.

Mengawali transformasi, dilakukan sosialisasi secara luring dan daring kepada Forkopimda, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Camat, Lurah, dan Kepala Desa belum lama ini.

Baca juga: ASTAGA Gara-gara Sampah Dibuang ke Sungai, Akses Puskesmas II Blahbatuh Terendam Banjir 

Pimpinan perangkat daerah diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk menerapkan PSBS baik di rumah maupun di lingkungan kantor.

"Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyelesaikan persoalan ini. Kami meminta seluruh pimpinan wilayah untuk membina masyarakat di masing-masing wilayah agar pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik," katanya. 

Nantinya pengangkutan sampah juga akan disesuaikan berdasarkan jenisnya sehingga sampah yang diambil udah dalam kondisi terpilah.

Sosialisasi akan dilakukan secara berkelanjutan untuk menyadarkan masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sebelum di buang. 

Baca juga: WFH di Badung Dialihkan untuk Kegiatan Atasi Sampah, Bapak Angkat Diminta Turun Sosialisasi

"Harapannya ke depan sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan dapat dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat," ujarnya. 

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana, mengatakan timbulan sampah yang dibuang ke TPA Bengkala meningkat rata-rata 450 meter kubik per hari.

Hal ini tentu membuat TPA Bengkala over kapasitas.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved