Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Mafia Migas

Pasca Usut Mafia Gas, Kasat Reskrim Karangasem Dimutasi ke Polres Buleleng 

Sejumlah pejabat di lingkungan Polres Buleleng dimutasi belum lama ini.

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Sikat mafia gas - Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman. Ia menegaskan mendukung prestasi AKP Alberto dalam mengusut mafia gas. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sejumlah pejabat di lingkungan Polres Buleleng dimutasi belum lama ini.

Salah satu posisi yang berganti yakni Kasat Reskrim Buleleng dari AKP I Gusti Nyoman Jaya Widura kepada AKP Alberto Diovant, yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polres Karangasem.

Nama AKP Alberto Diovant sebelumnya menjadi perhatian setelah berhasil mengungkap kasus pengoplosan LPG 3 kilogram di Kelurahan Subagan, Karangasem.

Baca juga: Dibeli Rp162, 4 Juta, Cetak Sapi Jumbo Langganan Presiden, Pelihara di Kandang Sederhana di Buleleng

Pengalamannya dalam menangani kasus migas pun memunculkan pertanyaan apakah pengawasan terhadap distribusi BBM dan gas di Buleleng akan menjadi perhatian khusus jajaran Satreskrim ke depan.

Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman menegaskan mutasi jabatan di lingkungan kepolisian merupakan hal biasa dalam kebutuhan organisasi.

Meski demikian, pejabat baru diminta segera menyesuaikan diri dan melanjutkan penanganan perkara yang sedang berjalan.

Menurutnya, pergantian pejabat tidak boleh menghambat proses penanganan kasus di Satreskrim. Seluruh perkara yang masih berjalan tetap harus ditindaklanjuti hingga tuntas.

Baca juga: Dari Kandang Sederhana di Buleleng, Ketut Sukata Cetak Sapi Jumbo Langganan Presiden

"Kasus-kasus yang berjalan tentunya tetap akan berlanjut. Kasat ganti, kasus enggak berjalan? Ya jelas enggak dong," ujarnya, Senin (18/5/2026). 

Terkait rekam jejak AKP Alberto Diovant dalam mengungkap kasus migas di Karangasem, Ruzi mengaku telah meminta yang bersangkutan membawa pengalaman tersebut ke Buleleng.

Ia menilai pengalaman menangani kasus serupa akan mempermudah proses penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

"Saya sudah tekankan juga, prestasi yang dia kerjakan di Karangasem lanjutkan di sini. Termasuk kasus yang kemarin dia ungkap itu kan prestasi yang bagus," katanya.

Meski demikian, Ruzi menegaskan tidak ada misi khusus di balik penempatan Alberto Diovant ke Buleleng.

Ia berharap praktik penyimpangan distribusi BBM maupun gas tidak terjadi di wilayah hukumnya.

Baca juga: Antisipasi Penyalahgunaan Migas Bersubsidi, Polisi Perketat Pengawasan Distribusi BBM Di Bali

"Kalau harapan saya, enggak ketemu. Karena memang tidak ada. Tapi mudah-mudahan enggak ada. Tapi kalau pun ada, ya sikat dong, enggak usah ragu," tegasnya.

Ruzi menambahkan, BBM dan gas merupakan kebutuhan primer masyarakat sehingga tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan di tengah kondisi distribusi yang sensitif.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved