Berita Buleleng
KOSTER: Barangnya Sudah Dipesan dari Tiongkok! Gondola Turyapada Ditarget Rampung November Ini
Pembangunan kereta gantung alias gondola sebagai akses menuju Turyapada Tower segera dilakukan.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pembangunan kereta gantung alias gondola sebagai akses menuju Turyapada Tower segera dilakukan. Pembangunan kereta gantung ditargetkan rampung pada November 2026.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bali, Wayan Koster di Turyapada Tower pada Minggu (17/5). Koster menyebut sesuai kontrak pembangunan tahap kedua Turyapada Tower selesai November 2026 dan ditargetkan beroperasi pas akhir tahun 2026.
Pembangunan tahap kedua meliputi penataan kawasan, fasilitas planetarium, ruang pertemuan (convention) hingga penataan jalan masuk. "Termasuk gondola juga," ujarnya.
Baca juga: Penyebab Kematian Belum Bisa Dipastikan, Lumba-lumba Ditemukan Terdampar dalam Kondisi Mati
Baca juga: WDS Nekat Curi Bokor dan Dulang Perak, Kerugian Sanjaya Ditaksir Ratusan Juta
Gondola yang dibangun memiliki panjang lintasan 940 meter. Bahkan gondola sudah dipesan dari negara Tiongkok. "Untuk gondola sudah dipesan di China, barangnya sudah dipesan. Akhir Juni udah datang," kata Koster.
Pembangunan gondola dipastikan berjalan mulus. Sebab 47 warga terdampak, sudah menyepakati pembebasan lahan seluas 20 meter. Mengenai kesepakatan harga, Koster mengaku masih perlu kajian dari tim appraisal.
"Harganya itu menunggu lembaga yang akan melakukan appraisal. Itu harus sesuai aturan, nah itu yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat supaya bisa dibebaskan dan dibayar," imbuhnya.
Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini mengungkapkan, pembangunan Turypada Tower memberi manfaat langsung pada masyarakat sekitar. Baik secara ekonomi maupun membuka lapangan pekerjaan.
Koster mengatakan, masyarakat diprioritaskan dalam pengembangan ekonomi di wilayah Turyapada. Ia meminta warga untuk membentuk koperasi agar memiliki ruang usaha di kawasan ini.
"Termasuk juga nanti tenaga kerja yang diperlukan ketika ini beroperasi, itu akan diprioritaskan anak-anak dari desa ini. Nah, barangkali ada lulusan SMA, SMK, atau D3, kita prioritaskan untuk diberikan pelatihan supaya dia bisa bekerja di sini," tegasnya. (mer)
Program Besar Bali dan Buleleng
Gubernur Bali, I Wayan Koster mengatakan, pembangunan Turypada Tower merupakan program besar untuk Bali dan Buleleng. Awalnya ia hanya ingin membangun tower biasa untuk kepentingan masyarakat, agar tidak perlu memakai parabola untuk mendapatkan siaran televisi.
Namun rencana itu dinilai sebagai investasi yang tidak memberikan manfaat ekonomi. Oleh sebab itu, ia mengubah rencana awal, agar Turyapada tidak hanya menjadi tower namun juga menjadi objek wisata yang memberi dampak ekonomi.
Salah satu yang menjadi inspirasi adalah sebuah hotel di Singapura. Koster mengaku pernah diajak berkunjung ke restoran itu tahun 1996 silam, sebelum menjadi anggota DPR.
"Saya pernah diajak oleh bapak angkat, beliau adalah Dirut PT. Taspen. Saya diajak ke Singapura makan di suatu hotel, diatasnya ada restoran berputar. Itulah yang saya ingat, bisa nggak kita bikin tower yang di dalamnya bisa diisi restoran putar dan fasilitas lainnya. Karena Indonesia belum punya tower besar. Adanya monas dan atasnya kecil, hanya bisa diisi beberapa orang saja," ungkapnya.
Setelah dibuat kajian oleh tim Udayana, ternyata tata ruangnya memungkinkan. Tidak ada radius kesucian pura. Koster juga mengatakan rancangan pembangunan Turyapada dibahas secara detail agar benar-benar aman.
"Astungkara anggaran pembangunannya ada. Ini merupakan prioritas dari APBD Provinsi Bali selama dua tahun. Anggaran tahun pertama paginya Rp300 miliar. Sedangkan tahap kedua Rp260 miliar dengan gondola. Sehingga totalnya Rp560 miliar," ungkapnya. (mer)
| Ketua MPR Ahmad Muzani Klaim 98 Persen Warga Bangga Jadi Orang Indonesia |
|
|---|
| Ahmad Muzani Sebut Mahasiswa Hari Ini Akan Pimpin Indonesia pada 2045 |
|
|---|
| Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Handphone Bisa Bikin Mahasiswa Kaya atau Masuk Penjara |
|
|---|
| Dari Kandang Sederhana di Buleleng, Ketut Sukata Hasilkan Sapi Jumbo Langganan Presiden |
|
|---|
| Nekat Rusak Properti Hingga Ancam Aniaya Warlok di Buleleng, WNA Kanada Diamankan Imigrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Gubernur-Bali-Wayan-Koster-didamping-Bupati-Buleleng-I-Nyoman-Sutjidra.jpg)