Breaking News:

Corona di Bali

95,6 Persen Pasien Meninggal Covid-19 di Jembrana Belum Divaksin

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyebut kasus meninggal dunia, akibat covid-19 di Jembrana sebagian besar belum mendapatkan vaksin.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 - Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyebut kasus meninggal dunia, akibat covid-19 di Jembrana sebagian besar belum mendapatkan vaksin. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyebut kasus meninggal dunia, akibat covid-19 di Jembrana sebagian besar belum mendapatkan vaksin.

Dari data yang Satgas Penanganan Covid-19, sejak 23 juni 2021 hingga 18 Juli 2021 sebanyak 23 orang warga Jembrana meninggal terkonfirmasi covid-19.

22 orang di antaranya belum mendapatkan vaksinasi atau sebanyak 95,6  persen.

Sementara sisanya, 1 orang sudah vaksinasi hanya dosis pertama.

Baca juga: Idul Adha 2021, Terdapat 61 Titik Pemeriksaan Hewan Qurban di Lima Kecamatan di Jembrana 

"Dari data itu menunjukkan bahwa sebagian besar yang meninggal itu belum sempat divaksin sama sekali. Artinya efektifitas vaksin dapat dibuktikan. Sangat berat resiko kalau belum divaksin" ucapnya Senin 19 Juli 2021.

Tamba mengaku, bahwa masyarakat Jembrana harus segera melaksanakan program vaksinasi.

Sebab, penyebaran virus corona semakin melonjak, sehingga beberapa kebijakan diambil pemerintah, salah satunya pemberlakuan PPKM darurat

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap disiplin, terapkan 3 M agar tehindar dari virus. Dan segera untuk mendapatkan vaksin, yang sudah disediakan secara gratis,” ungkapnya.

Baca juga: Tiga Warga di Jembrana Kena Ledakan Tabung Gas dan Tersambar Api

Menurut dia, dari lonjakan kasus itu kemudian berakibat pada terbatasnya ruang perawatan di rumah sakit maupun hotel sebagai perawatan karantina.

Kondisi itu diperparah dengan terbatasnya tenaga medis. Banyak juga dari mereka yang sakit dan kelelahan.

“Kalau rumah sakit kita penuh, hotel penuh dan nakes juga kita terbatas. Masalahnya kalau saudara kita sakit siapa yang akan merawat. Maka itu jangan berkerumun dulu,” ujarnya.

Baca juga: Polres Jembrana Gelar Razia Kartu Vaksinasi Covid-19, Pengendara yang Belum Langsung Dapat Vaksin

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr I Gusti  Bagus Ketut Oka Parwatha, saat ini capaian vaksinasi di Jembrana untuk dosis 1 sebanyak 84, 68 %.

Dengan target waktu tersisa 8 hari kerja, masih ada sisa sasaran belum vaksin dosis 1 sebanyak 35.335 orang.

"Dari 23 yg meninggal hanya satu yang sudah vaksin itupun hanya baru dosis pertama saja. Jadi walaupun terkena covid-19, ketika sudah divaksin maka akan sangat cepat kembali sehat dan sangat kecil bisa menjadi buruk atau meninggal," ungkapnya. (*)

Berita lainnya di Berita Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved