Breaking News:

Berita Tabanan

Polres Tabanan Tambah Titik Penyekatan di Jalur Utama Denpasar - Gilimanuk

Pihak Polres Tabanan bersama tim gabungan terus melakukan penyekatan untuk mengurangi mobilitas sektor non esensial

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Karsiani Putri
Dok Polres Tabanan
Suasana kegiatan di titik pos penyekatan di Pos Dakdakan, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali pada Senin 19 Juli 2021 lalu 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pihak Polres Tabanan bersama tim gabungan terus melakukan penyekatan untuk mengurangi mobilitas sektor non esensial.

BACA JUGA: Pemuda Karangasem Gelar Aksi Solidaritas Dengan Berbagi Makanan Gratis Ditengah PPKM Darurat

Selain itu juga bertujuan untuk memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran selama masa pendisiplinan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Satu titik penyekatan ditambah di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, yakni di Simpang Dakdakan atau wilayah perbatasan antara Kabupaten Badung dengan Kabupaten Tabanan.

Sebelumnya, Satgas Aman Nusa Agung II Lanjutan Polres Tabanan hanya melakukan penyekatan di simpang Adipura dan Jalan Pahlawan.

Kapolsek Kediri, Kompol Fachmi Hamdani mengatakan, anggota Satgas Aman Nusa Agung II bergabung dengan anggota Ospnal Polsek Kediri dan juga melibatkan instansi lainnya melakukan penyekatan gabungan di jalur utama Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Simpang Dakdakan, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali.

Kompol Fachmi menyatakan, selama kegiatan penyekatan, pengendara kendaraan bermotor yang datang dari daerah penyangga seperti Badung, Jembrana dan Tabanan tentunya dihentikan untuk dilakukan pemeriksaan surat-surat.

"Pemeriksaan yang dimaksud adalah seperti surat keterangan vaksin, surat keterangan rapid tes antigen untuk warga luar Bali, surat keterangan kerja bagi yang bekerja di Bali, menanyakan maksud dan tujuan melaksanakan perjalanan," jelasnya saat dikonfirmasi Selasa 20 Juli 2021.

Mantan Kapolsek Baturiti ini melanjutkan, selain pemeriksaan, petugas juga melakukan edukasi, mengingatkan, dan mengimbau bahwa saat ini Pemerintah sedang memberlakukan PPKM Darurat, sehingga semua pihak menahan diri dan bersama mentaati dan mengindahkannya.

"Untuk kendaraan roda dua dan roda empat yang datang dari arah Denpasar dengan tujuan Kota Tabanan, Kecamatan Marga, Penebel, dan Kerambitan kita alihkan melewati jalan arah Desa Kaba-Kaba atau menuju selatan untuk mengurangi mobilitas. Sejauh ini volume kendaran dari arah Denpasar dan Badung serta menuju ke Tabanan menurun dibanding dengan hari sebelumnya," ungkapnya.

Sementara itu, Kashat Lantas Polres Tabanan, AKP Ni Putu Wila Indrayani menjelaskan, sejauh ini penyekatan dilakukan di dua titik, yakni Simpang Adipura dan Jalan Pahlawan Tabanan.

"Jadi, penyekatan dilaksanakan karena adanya lonjakan kasus Covid-19 mendasari instruksi Menteri Dalam Negeri dan surat edaran Gubernur Bali guna membatasi mobilitas masyarakat untuk menekan laju penularan Covid-19," katanya.

Menurut AKP Wila dalam penerapannya ada beberapa sektor yang menjalankan Work from Office (WFO) sektor esensial dan sektor non-esensial semua Work from Home (WFH), sehingga dengan diberlakukannya PPKM Darurat.

"Salah satu upaya yang dilakukan Polres Tabanan untuk mendukung kebijakan tersebut adalah dengan penambahan titik pos penyekatan, yaitu di perbatasan antara Badung dan Tabanan, tepatnya di Pos Dakdakan, Desa Abiantuwung, Kecamagan Kediri, Tabanan. Dan kami harap mobilitas masyarakat bisa berkurang," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved