Berita Klungkung

Ketut Liang Ditemukan Tergeletak dan Sudah Tak Bernyawa di Sawah Wilayah Desa Getakan Klungkung

Korban (Ketut Liang) diketahui merupakan warga asal Bangli, yang mengontrak sawah di wilayah Getakan.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Ist/Polres Klungkung
Polisi saat melakukan evakuasi terhadap tubuh Ketut Liang, yang ditemukan tak bernyawa di areal persawahan di Desa Getakan, Banjarangkan, Klungkung, Rabu (21/7/2021) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - I Ketut Liang (45), pria asal Desa Selat, Kecamatan Susut, Bangli ditemukan tidak bernyawa di area persawahan di Desa Getakan, Banjarangkan, Rabu (21/7/2021) malam.

Meskipun kejadian ini sempat dilaporkan ke kepolisian, pihak keluarga tidak mengizinkan dilakukan autopsi terhadap jenazah Ketut Liang, untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Korban (Ketut Liang) diketahui merupakan warga asal Bangli, yang mengontrak sawah di wilayah Getakan.

Jenazahnya pertama kali ditemukan warga setempat, I Nengah Suarta, Rabu petang (21/7/2021).

Baca juga: Berhemat Oksigen Medis, RSUD Klungkung Tunda Tindakan Operasi yang Terencana

Saat itu Suarta hendak pulang ke rumahnya, setelah beraktivitas di sawah.

" Sampai di pinggir jalan, saksi (Suarta) melihat sepeda motor korban masih terparkir.

Karena curiga saksi kembali ke sawah yang digarap korban," ungkap Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Ario Seno Wimoko saat dikonfirmasi, Kamis (22/7/2021).

Betapa kagetnya Suarta, saat itu mendapati korban tergeletak tidak sadarkan diri di sawah.

Beberapa kali Suarta berusaha membangunkan korban, namun tidak ada respons.

Suarta lalu melapor ke Bhabinkamtibmas di Desa Getakan.

" Malam harinya petugas medis bersama dengan kepolisian datang ke TKP. Hasil pemeriksaan menunjukan korban meninggal dunia," jelas Ario Seno Wimoko.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban, karena pihak keluarga tidak mengizinkan dilakukan autopsi terhadap korban.

Namun dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban.

" Keluarga enggan dilakukan autopsi, lalu telah menandatangani surat pernyataan dan menerima meninggalnya korban sebagai suatu musibah," ungkapnya.

Baca juga: Kejari Klungkung Musnahkan Barang Bukti Perkara yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap,Narkoba Terbanyak

Sementara Humas RSUD Klungkung Gusti Putu Widiyasa menjelaskan, dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh jenazah.

Hanya saja korban selama ini memang diketahui memiliki penyakit tekanan darah tinggi dan rutin cuci darah karena masalah ginjal. (*)

Artikel lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved