Berita Bali
Rahajeng Purnama Karo, Begini Penjelasan Bulan Purnama Menurut Teks Lontar Sundarigama
Rahajeng Purnama Karo, Begini Penjelasan Bulan Purnama Menurut Teks Lontar Sundarigama
Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Yang artinya: dengan ucapak “Tat” dan tanpa mengharap-harap pahala atas penyelenggaraan ucapan yajna, tapabrata dan juga dana punia yang berbagai macam jenisnya, dilaksanakan oleh mereka yang mengharapkan moksa.
Menurut Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kertha Bhuana, dari Gria Batur Giri Murti, Glogor, Denpasar, kadang ada orang yang melihat peristiwa bagus atau baik untuk melakukan sedekah.
Misalnya saja mereka melakukan sedekah saat purnama.
"Saat purnama orang sedang senang-senangnya karena melihat bulan purnama. Kan senang melihat bulan bulat bersih. Sehingga sangat baik bersedekah pada orang lain saat sedang senang," kata Ida Rsi.
Memberikan bantuan pada orang yang memerlukan dan orang yang kurang senang pada saat purnama atau pada saat si pemberi itu senang menurut Ida Rsi sangat tepat.
Waktunya tepat dan memberikan sesuatu yang bermanfaat.
Sementara itu, jangan lupa juga melakukan ‘sedekah’ atau persembahan kepada Bhuta Kala dengan segehan.
Sedangkan yang ke atas melakukan persembahan kepada Tuhan dengan kembang.
"Sehingga seimbang persembahan kita. Ke patala ada, dan ka akasa juga ada," kata Ida Rsi.
Ida mencontohkan saat usai perang Bharata Yudha, seorang raja melakukan upacara aswameda.
Walaupun raja melakukan itu, tetapi pendeta yang keluarganya miskin melakukan dengan memungut gandum, memasaknya, lalu dipersembahkan kedapa leluhur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-sembahyang-galungan-2021.jpg)