Corona di Bali
Bali Perbanyak Tracing dan Testing, Denpasar Siapkan 4 Tempat Isolasi Terpusat
Kodam IX/Udayana mengoptimalkan tracing dan testing lebih masif mulai Senin 26 Juli 2021.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kodam IX/Udayana mengoptimalkan tracing dan testing lebih masif mulai Senin 26 Juli 2021.
Tracing dan testing dilakukan kepada minimal 15 orang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
Demikian disampaikan Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm dr I Made Mardika, Sp.PD., MARS kepada Tribun Bali, Minggu 25 Juli 2021.
"Mulai Senin besok kita perbanyak tracing dan testing supaya laju penularan dapat segera ditekan. Kita sudahi pandemi ini bersama-sama dengan kekompakan, terlebih di Bali agar pariwisata dapat segera dibuka," ujarnya.
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Kembali Menurun di Angka 321 Orang, Kasus Sembuh 243 Orang
Dikatakannya, pelacakan (tracing) secara digital maupun penelusuran langsung oleh Babinsa di setiap desa/kelurahan.
"Tracing digital menggunakan aplikasi Silacak. Kita jalin kerja sama dengan relawan yang berkompetensi digital, kemudian by phone langsung ke yang bersangkutan,” katanya.
Setelah mendapatkan tracing kontak erat, dilanjutkan rapid test antigen bagi mereka yang kontak erat.
Mereka yang hasil tesnya positif bakal mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya.
"Kalau positif dilanjutkan tes PCR. Apabila menunjukkan positif, kalau tanpa gejala isolasi mandiri terpusat, apabila dengan gejala sedang hingga berat dirawat di rumah sakit," ujarnya.
Made Mardika mengatakan, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak sudah memerintahkan seluruh jajaran mencari tempat untuk isolasi terpusat (isoter).
Kodam IX/Udayana siapkan dana untuk menyewa rumah penduduk yang kosong, memanfaatkan mes, asrama mahasiswa hingga melengkapi sarana prasarana tempat isolasi terpusat.
"Kita total ada 23 titik (tempat isolasi) tersebar di kabupaten/kota wilayah Bali. Pangdam sudah memberikan dana kepada tiap-tiap Kodim untuk sewa rumah-rumah penduduk secara terpusat untuk isoter,” kata Mardika.
Ia memastikan tenaga kesehatan sudah siap di setiap tempat isoter guna mengontrol kondisi pasien Covid-19.
"Perawat di tempat isoter dan dokter on call dari masing-masing Kodim siap. Di setiap Kesdim ada 6-7 nakes nanti shift bergantian. Yang dikontrol kan OTG, nanti kalau ada gejala menuju sedang atau ke berat baru dirujuk ke RS, inilah gunanya Isoter untuk mengontrol dan memantau lebih efektif," paparnya.
Empat Tempat Isolasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kakesdam-ixudayana-kolonel-ckm-dr-i-made-mardika-sppd-marsngfdassj.jpg)