Seputar Tipes
Cara Diagnosis Penyakit Tipes, Perhatikan Riwayat Pasien hingga Pemeriksaan Laboratorium
dr Lovira Ladieska menjelaskan untuk diagnosis penyakit tipes atau demam tifoid perlu dilakukan secara menyeluruh.
Selain itu juga terdapat selaput putih yang khas pada lidah penderita tifoid hingga tremor lidah, terkadang juga dokter dapat meraba pembesaran hati dan limpa pada pasien tifoid.
3. Pemeriksaan laboratorium
Untuk pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan adalah kultur pada darah, feses, dan urine.
Sampel feses, darah dan urine ini akan dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa dan dicari tahu keberadaan bakteri penyebab tipes atau bukan.
Namun, apabila tidak memungkinkan dapat dilakukan cek darah lengkap dan cek Tubex (tes darah) yang dikatakan positif tifoid apabila terdapat nilai lebih dari 4.
Tidak hanya itu, juga akan dilakukan cek widal yang dapat dikatakan positif tifoid apabila terjadi kenaikan titer o 1:320 atau 4 kali dari nilai awal 1:80.
"Sayangnya, widal sudah tidak direkomendasikan. Padahal, di Indonesia reagen widal ini yang distribusinya sudah mencakup hingga ke wilayah terpencil," jelasnya.
Pemeriksaan diagnosis ini tidak selalu bisa dibuktikan hanya dengan satu jenis tes pemeriksaan saja.
Rata-rata dokter akan merekomendasikan Anda melengkapi tiga macam tes darah, urine dan feses tersebut agar diagnosis penyakit tipes dapat ditegakkan dengan benar dan tepat.
Artikel ini telah tayang di https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/09/100200023/cara-diagnosis-tipes-agar-tak-tertukar-dengan-penyakit-lain?page=all#page2
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mengobati-tipes-merawat-sakit-tipes.jpg)