Berita Karangasem
Selama PPKM, Biaya Perawatan Taman Edelweis di Karangasem Menggunakan Dana Pribadi
Pengelola Taman Edelweis, Wayan Sudiana, mengungkapkan, perawatan dan gaji pegawai kebersihan di Taman Edelweis diambilkan dari kantong sendiri
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sejumlah daya tarik wisata (DTW) di Karangasem terpaksa merogoh uang dari kantong sendiri untuk perawatan selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Diantaranya yakni DTW Taman Edelweis di Besakih, Kecamatan Rendang.
Pengelola Taman Edelweis, Wayan Sudiana, mengungkapkan, perawatan dan gaji pegawai kebersihan di Taman Edelweis diambilkan dari kantong sendiri.
Sejak ada pemberlakuan PPKM, terhitung dari 3 Juli sampai Rabu (28/7/2021). Seperti memperbaiki lokasi spot foto, hingga membersihkan taman.
"Pengelola tetap memperkerjakan pegawai walaupun Taman Edelweis tutup selama PPKM. Penjaga ada 2 orang, sedangkan kebersihan 6 orang. Semuanya diberikan gaji lima hari sekali, kadang tiga hari sekali," kata I Wayan Sudiana, Rabu (28/7/2021).
Baca juga: Objek Wisata Taman Edelweis di Karangasem Ditata Kembali dan Diperluas Jelang Nataru
Selama diterapkannya PPKM Darurat, objek wisata tutup. Kunjungan tidak ada sama sekali, sepi.
Pemasukan per harinya nihil. Untuk sementara biaya perawatan dan gaji pegawainya mengunakan uang pribadi.
Per bulannya bisa menghabiskan sekitar 5 juta - 10 juta untuk biaya perawatannya.
"Kita berharap wisata bisa kembali dibuka, sehingga pengelola bisa dapatkan penghasilan. Cuma sampai hari ini pengelola belum mengetahui apakah PPKM akan diperpanjang atau tidak," tambah I Wayan Sudiana, pria yang jabat sebagai Kadus Temukus.
Ditambahkan, Objek Wisata Taman Edelweis di Besakih, Kecamatan Rendang, ditata dan diperluas tahun 2020.
Penataan dan perluasan Taman Edelweis dilakukan lantaran keindahan alam lereng Gunung Agung jadi tujuan utama wisatawan. Terutama wisatawan domestik sekitar Provinsi Bali.
Informasi di lapangan, lahan yang semula luasnya puluhan are meningkat jadi sekitar 1.4 hektare.
Pengelola juga sudah membuat beberapa titik spot foto untuk pengunjung yang ingin berswafoto.
Ditambah lagi pondok untuk tempat istirahat wisatawan untuk melihat keindahan Gunung Agung.
Di tengah pandemi seperti sekarang saat ini kunjungan wisatawan per hari sekitar 50 - 100 orang. Untuk Sabtu dan Minggu kunjungan bisa diatas 100 orang.
Baca juga: Sudah 300 Wisatawan Berkunjung ke Taman Edelweis Besakih
Terkait kunjungan saat ini masih didominasi wisatawan lokal. Seperti daari Karangasem, Denpasar, Singaraja, Badung, Klungkung, Gianyar.
Untuk diketahui, Taman Edelweis didirikan Mei 2018. Berawal dari ide warga beserta pemuda yang tinggal di lereng Gunung.
Tujuan utama dari pembangunan Taman Edelweis adalah untuk menghidupkan ekonomi masyarakat Temukus setelah Gunung Agung alami erupsi diakhir 2017 lalu.(*)
Artikel lainnya di Berita Karangasem
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-taman-edelwis-di-desa-besakih-kecamatan-rendang-kab-karangasem-jhgf.jpg)