Olimpiade Tokyo 2020
DAFTAR Tunggal Putra dan Ganda Putri Indonesia dalam Sejarah Olimpiade, Greysia/Apriyani dan Anthony
Satu sejarah manis Indonesia di olimpiade cabang olahraga bulu tangkis ikut tercipta lewat pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
TRIBUN-BALI.COM, TOKYO - Penantian terasa begitu menjenuhkan dan menyakitkan jika hasil akhir tak sesuai dengan harapan.
Sebaliknya, penantian akan memunculkan senyuman tatkala yang ditunggu datang.
Masyarakat maupun netizen Indonesia menjadi saksi ketika Anthony Sinisuka Ginting dan pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu membayar penantian panjang bulu tangkis Indonesia di ajang olimpiade.
Anthony Sinisuka Ginting mungkin tak sadar ketika usianya menginjak 11 tahun adalah momen terakhir Indonesia bisa mengirim wakil bulu tangkis tunggal putra ke perempat final olimpiade.
Baca juga: Jadwal Perempat Final Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020: Anthony Ginting Punya Modal Sapu Bersih
Tepatnya ketika Sony Dwi Kuncoro tampil di Olimpiade Beijing 2008.
Kala itu, Sony Dwi Kuncoro yang menjadi asa Indonesia meraih medali bersama Taufik Hidayat, harus pupus di tangan wakil Malaysia, Lee Chong Wei dengan skor 9-21, 11-21, pada babak perempat final.
Sementara Taufik Hidayat sudah terlebih dahulu gugur pada babak kedua ketika melawan wakil Malaysia lainnya, Wong Choong Hann dengan skor 19-21, 16-21.
Dua edisi olimpiade, Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio 2016, terlewatkan.
Indonesia tak bisa mengirimkan wakil tunggal putranya ke perempat final.
Namun, hampir 13 tahun berjalan, Anthony Sinisuka Ginting bisa menyamai rekor Sony Dwi Kuncoro di Olimpiade Tokyo 2020.
Baca juga: HASIL Bulutangkis Olimpiade Tokyo: Coach Naga Api Ungkap Penyebab Kevin Sanjaya/Marcus Tersingkir
Anthony Sinisuka Ginting mampu tembus ke delapan besar seusai mengalahkan wakil Jepang, Kanta Tsuneyama, dengan skor 21-18 dan 21-14.
Satu sejarah manis Indonesia di olimpiade cabang olahraga bulu tangkis ikut tercipta lewat pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
Untuk kali pertama sejak cabang olahraga bulu tangkis resmi dipertandingkan di olimpiade pada Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia mampu mengirim wakilnya ke semifinal.
Artinya, tujuh edisi olimpiade sebelumnya, Indonesia tak mampu menempatkan satu wakil pun di empat besar.
Perjuangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu tentu membuat Indonesia bisa sedikit tersenyum.
Sebab, selangkah lagi mereka bisa berkalung medali.
Baca juga: HASIL Bulutangkis Olimpiade Tokyo: Selamat! Greysia Polii/Apriyani Lolos Semifinal, Tempur 100 Menit
Hanya saja, mereka perlu meraih kemenangan pada semifinal menghadapi wakil Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan.
Berikut data Kompas.com perjalanan nomor tunggal putra dan ganda putri dalam sejarah olimpiade:
Tunggal Putra
1. Olimpiade Barcelona 1992
Hermawan Susanto (Semifinal) perunggu
Ardy B Wiranata (Final) perak
Allan Budi Kusuma (Final) emas
2. Olimpiade Atlanta 1996
Joko Suprianto (Perempat final)
Hariyanto Arbi (Semifinal)
Allan Budi Kusuma (Perempat final)
3. Olimpiade Sydney 2000
Taufik Hidayat (Perempat final)
Marleve Mainaky (Perempat final)
Hendrawan (Final) Perak
4. Olimpiade Athena 2004
Taufik Hidayat (Final) Emas
Sony Dwi Kuncoro (Semifinal) Perunggu
5. Olimpiade Beijing 2008
Taufik Hidayat (Babak kedua)
Sony Dwi Kuncoro (Perempat final)
6. Olimpiade London 2012
Simon Santoso (Babak pertama)
Taufik Hidayat (Babak pertama)
7. Olimpiade Rio 2016
Tommy Sugiarto (Babak pertama)
Anthony Sinisuka Ginting (Perempat final)*
Jonatan Christie (16 besar)
Ganda Putri
1. Olimpiade Barcelona 1992
Erma Sulistyaningsih/Rosiana Tendean (Babak pertama)
2. Olimpiade Atlanta 1996
Finarsih/Tampi Lili (Babak kedua)
3. Olimpiade Sydney 2000
Eti Gunawan/Cynthia Tuwankotta (Perempat final)
4. Olimpiade Athena 2004
Jo Novita/Lita Nurlita (Babak kedua)
5. Olimpiade Beijing 2008
Liliyana Natsir/Vita Marissa (Babak pertama)
6. Olimpiade London 2012
Meiliana Jauhari/Greysia Polii (diskualifikasi)
7. Olimpiade Rio 2016
Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (Babak pertama)
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Semifinal) *
)* Masih dalam perjuangan
Baca berita Olimpiade Tokyo 2020
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ketika Anthony dan Greysia/Apriyani Memperbaiki Sejarah Indonesia di Olimpiade.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/apriyani-rahayugreysia-polii-olimpiade-tokyo-2020.jpg)