Breaking News:

Berita Bali

Topang Ekonomi Masyarakat Bali di Masa PPKM Level 4, KKP Salurkan Bantuan Pakan Ikan Mandiri

"Kita pastikan dukungan yang kita salurkan ini telah betul-betul sesuai kebutuhan untuk menyelesaikan masalah mendasar yang saat ini dihadapi para

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa kiriman Humas Ditjen Perikanan Budidaya
Bantuan pakan ikan untuk Bali dari KKP 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, terus konsisten mendorong berbagai stimulus langsung untuk jamin eksistensi usaha budidaya di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi.

Bali menjadi satu dari Provinsi yang terimbas kebijakan PPKM Level 4, terutama sektor pariwisata.

Oleh karena itu, salah satu  yang bisa terus didorong pada kondisi saat ini adalah usaha perikanan.

Meski imbasnya juga terasa khususnya terkait biaya produksi.

Baca juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Ekspor Ikan Alami Kenaikan Sebesar 18,71 Persen di Bali

Hal ini disampaikan Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo dalam keterangan tertulisnya, Kamis 29 Juli 2021 perihal dukungan pakan ikan di Kabupaten Buleleng.

Ia menjelaskan, Bali ini pasar konsumsi lokal cukup tinggi, sehingga proses produksi harus terus berjalan.

Oleh karena itu, menurutnya dukungan pakan sangat penting untuk menekan biaya produksi.

"Kita pastikan dukungan yang kita salurkan ini telah betul-betul sesuai kebutuhan untuk menyelesaikan masalah mendasar yang saat ini dihadapi para pembudidaya. Jadi betul-betul bottom up," jelas Sugeng.

Adapun dukungan BBPBAP Jepara di Kabupaten Buleleng  tersebut yakni pakan ikan mandiri sebanyak 12.350 kg, masing-masing bantuan 5.000 kg pakan ikan mandiri kepada Pokdakan Telaga Ngembeng di Tegalalang Bangli dan 6.000 kg kepada Pokdakan Danu Sari di Dukuh Kintamani, Bangli, serta 1.350 kg kepada Pokdakan Sari Merta di Desa Banjar Kecamatan Banjar.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu, mengatakan Ditjen Perikanan Budidaya akan all out menjadi paling depan untuk menjamin proses produksi tetap berjalan di tengan hantaman pandemi Covid-19.

"Kami akan terus pastikan para pembudidaya bisa bertahan berusaha.

Di hulu, sudah jelas program dan kegiatan fokus pada upaya pemulihan ekonomi nasional melalui sub sektor perikanan budidaya," imbuh Tebe.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved