Breaking News:

Berita Bali

Tinjau Latihan Swab Anggota di Bali, Pangdam Udayana: Ini Darurat, Tracer TNI Harus Mampu Nge-Swab

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, meninjau pelaksanaan pelatihan tracer swab jajaran Kodam IX/Udayana

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau pelaksanaan pelatihan tracer swab jajaran Kodam IX/Udayana dan vaksinasi warga di Rumah Sakit Udayana, Denpasar, Bali, pada Jumat 30 Juli 2021 - Tinjau Latihan Swab Anggota di Bali, Pangdam Udayana: Ini Darurat, Tracer TNI Harus Mampu Nge-Swab 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, meninjau pelaksanaan pelatihan tracer swab jajaran Kodam IX/Udayana dan vaksinasi warga di Rumah Sakit Udayana, Denpasar, Bali, Jumat 30 Juli 2021.

"Kami di Kodam diperintahkan menjadi Dansatgas, khususnya di bidang isolasi terpusat dan tracer, sudah terealisasi dan sekarang sudah banyak yang isolasi ke tempat terpusat," kata Pangdam didampingi Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm dr. I Made Mardika, SPPD, MARS, FINASIM.

Pangdam terus melakukan evaluasi ihwal tugas penjemputan pasien positif Covid-19 tanpa gejala (OTG) untuk ditangani secara terpusat hingga ke ranah pengawasan.

Selain itu, Pangdam menyiapkan tenaga tracer swab dari personel TNI untuk mampu memberikan swab bagi warga yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19

Baca juga: 669 Tracer Banyuwangi Dibentuk Perkuat Tracing Putus Rantai Penularan Covid-19

"Kita juga evaluasi tracer ini, selama ini ada laporan nakes kurang nakes kurang dan satu klasifikasi yang kita diskusikan contohnya masalah swab ini, dalam kondisi darurat ini kita ajarkan pengambilan sampel swab kepada jajaran, jadi anggota di lapangan selain mentracing juga mampu memberikan swab, ini mulai diajarkan di jajaran Kodam hingga Detasemen Kesehatan Wilayah di Bali dan Nusa Tenggara," paparnya.

Pada kesempatan itu, Pangdam turut menyerahkan bantuan sosial berupa sembako dan masker hingga nasi bungkus dan bubur kacang hijau dari pihak donatur rekanan Kodam IX/Udayana yang dibagikan kepada para warga yang menjalani vaksinasi di RSAD Udayana.

Kakesdam IX/Udayana, Kolonel Ckm dr. I Made Mardika, SPPD, MARS, FINASIM menambahkan, bahwa upaya Kodam IX/Udayana bersinergi dengan Polri dan Dinas Kesehatan bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19 di tengah masyarakat.

"Perintah Pangdam, di Bali, NTB, NTT ini tracer tidak hanya bisa mentracing. Tracer TNI harus bisa laksanakan swab didampingi nakes TNI, kita laksanakan pelatihan-pelatihan secara tersebar di Bali hingga Mataram, Kupang, diikuti jajaran Kodim hingga Koramil," jelasnya.

Di samping itu, terkait vaksinasi, Kakesdam menjelaskan, bahwa vaksinasi pertama di Bali sudah menyentuh angka 102 persen, dan saat ini mulai menggalakkan vaksinasi kedua

Baca juga: IDI dan Satgas Covid-19 Angkat Bicara Setelah Adanya Dugaan Influencer dapat Vaksin Dosis Ketiga

"Vaksinasi suntikan pertama di Bali sudah sekitar 102 persen, dan saat ini target kami remaja, ibu hamil ditambah saudara yang ber-KTP luar Bali kita terus layani," ujarnya.

Terkait stok vaksin, Kakesdam memastikan di wilayah Bali Nusra masih aman baik Sinovac maupun AstraZeneca.

"Sinovac masih ada 11 ribuan dan AstraZeneca 13 ribuan, awal Agustus nanti ada pengiriman lagi dari Kemenkes," ujarnya. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved