Berita Denpasar
Seorang Perempuan Meninggal di Denpasar Karena Sakit dan Tak Memiliki Biaya untuk Berobat
Benar, AY dilaporkan meninggal oleh keluarga pada Minggu sore. Menurut keterangan pihak keluarga meninggal karena sakit," ujar Iptu I Ketut Sukadi,
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang warga di Jalan Cokroaminoto, Gang Mawar II, Nomor 9, Ubung, Denpasar Utara, Kota Denpasar dilaporkan meninggal dunia di kamar kos pada Minggu 1 Agustus 2021 pukul 14.00 Wita.
Astriana Yanthy atau berinisial AY, perempuan berusia 21 tahun asal Desa Kaligondo, Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur ini meninggal dunia karena sakit perut dan sesak napas yang diderita sejak hari Jumat 30 Juli 2021 lalu.
Terkait hal ini, Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi dikonfirmasi Tribun Bali terpisah membenarkan informasi tersebut.
"Benar, AY dilaporkan meninggal oleh keluarga pada Minggu sore. Menurut keterangan pihak keluarga meninggal karena sakit," ujar Iptu I Ketut Sukadi, Minggu 1 Agustus 2021.
Baca juga: Pada Agustus 2021 Ini Sebanyak 1.526 Ibu Hamil di Kota Denpasar Akan Dapat Vaksinasi Covid-19
Menurut keterangan beberapa saksi salah satunya Harianto (34) yang juga suami AY, istrinya mengeluh sakit perut dan sesak napas sejak Jumat 30 Juli 2021 lalu.
AY yang mengeluh sakit sempat diminta beberapa saksi untuk dibawa ke dokter dan memeriksa kesehatannya.
Namun karena tidak memiliki biaya untuk berobat ke dokter, AY terpaksa dirawat di rumah dengan obat sakit perut yang ada.
Namun pada Minggu 1 Agustus 2021 sekitar pukul 11.00 wita, korban yang duduk di kursi depan kamar kemudian diberikan air kelapa oleh suaminya untuk memulihkan kondisi kesehatan AY, namun almarhum tidak bisa meminumnya.
Sekitar pukul 11.45 wita, saksi menyebut jika AY semakin terlihat lemas dan sempat hilang kesadaran.
Tak berselang lama, suaminya kemudian mencoba mengecek denyut nadi dan nafas korban namun sudah tidak ada.
"Suami korban yang mengetahui hal tersebut, lalu membaringkan istrinya di kasur dan menginformasikan hal tersebut ke pihak keluarga dan pihak kepolisian," tambahnya.
Sementara itu, sekitar pukul 14.38 wita Tim Identifikasi Polresta Denpasar datang untuk mengecek TKP dan melihat korban.
Selanjutnya Tim PMI Kota Denpasar yang membawa satu unit ambulans datang dan kemudian mengevakuasi jenazah AY menuju RSUP Sanglah.
"Informasi dari saksi, korban sebelumnya mengeluh sakit beberapa hari terakhir.
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi, Kota Denpasar Kini Miliki 8 Tempat Isolasi Terpusat
Namun karena tidak memiliki biaya untuk berobat, AY terpaksa dirawat di rumah," tutup Iptu I Ketut Sukadi kepada Tribun Bali.(*)
Artikel lainnya di Berita Denpasar