Breaking News:

Gempa Tektonik Buleleng M 3,6 Hari Ini Termasuk Gempa Dangkal, Dirasakan Hingga Karangasem

Berdasarkan informasi dari masyarakat gempabumi ini dirasakan di Buleleng, Kintamani dan Karangasem III MMI.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Eviera Paramita Sandi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar mencatat aktivitas gempa bumi tektonik dengan magnitudo 3,6 mengguncang Buleleng, Bali, pada Kamis, 05 Agustus 2021 pukul 07:46:50 Wita.

"Hari Kamis, 05 Agustus 2021 pukul 07:46:50 WITA wilayah Buleleng diguncang gempa tektonik berkekuatan M = 3,6," papar Kepala Balai Besar Wilayah III Denpasar, Agus Wahyu Raharjo, SP dalam keterangannya kepada Tribun Bali

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=3,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,12° LS ; 115,23° BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 km arah Tenggara Kabupaten Buleleng, Bali pada kedalaman 10 km.

"Untuk jenis dan mekanisme gempabumi, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal aktif," kata dia.

Berdasarkan informasi dari masyarakat gempabumi ini dirasakan di Buleleng, Kintamani dan Karangasem III MMI.

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu," jelasnya.

Agus menuturkan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Ia menegaskan gempa ini tidak berpotensi Tsunami.

"Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gembumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi Tsunami," ungkapnya.

Aktivitas gempa bumi susulan juga sempat terjadi pukul 10.03 Wita dengan magnitudo 3,5 berlokasi 152 km barat daya Jembrana, Bali dengan kedalaman 10 kilometer.

Agus mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah dan pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved