Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

Tujuh Bulan Renovasi Stadion Dipta Gianyar, Atap Tak Terpasang di Seluruh Sisi

Stadion Dipta Gianyar hampir tuntas direnovasi. Sudah tujuh bulan terhitung sejak November 2020. Kini stadion kebanggaan masyarakat Bali ini sudah

Tayang:
Penulis: Marianus Seran | Editor: M. Firdian Sani
Istimewa
Stadion Dipta Gianyar setelah direnovasi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Stadion Dipta Gianyar hampir tuntas direnovasi.

Sudah tujuh bulan terhitung sejak November 2020. 

Kini stadion kebanggaan masyarakat Bali ini sudah siap digunakan untuk Piala Dunia U 20 tahun 2023.

Karena memang renovasi stadion ini diperuntukkan untuk event dunia tersebut. 

Namun dalam waktu dekat, kemungkinan Bali United akan menggunakannya sebagai home base Liga 1 Indonesia 2021, yang rencana digelar 20 Agustus mendatang. 

UPDATE Timnas Indonesia: Shin Tae-yong Tunda Kembali ke Indonesia, Gegara Jalani Karantina di Korsel

Beberapa fasilitas pendukung stadion sudah tuntas dikerjakan.

Terlihat istimewa saat dicoba beberapa waktu lalu. Namun atap stadion seperti yang dimpikan belum terwujud. 

Ni Nengah Satriyani pelaksana di Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali PPK Prasarana Strategis, menyampaikan adapun beberapa hal yang ingin jelaskan mengapa Stadion Dipta tidak menggunakan full atap karena berbagai alasan dan faktor. 

"Selain karena waktu tahapan renovasi yang singkat, kami juga melihat usia bangunan ini berdiri, kami juga harus menghitung secara struktur bangunan apakah mampu menahan beban atap. Untuk itu, atap yang diinginkan semeton belum bisa diakomodir," ungkap Ni Nengah Satriyani selaku pelaksana dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali PPK Prasarana Strategis dilansir website official tim Bali United

Dia menambahkan, tim telah berusaha dengan segala keterbatasan untuk membuat stadion Dipta Gianyar menjadi lebih indah. 

Persiapan Liga 1, Bali United Mulai Latihan Tertutup dengan Prokes Ketat

"Kami mencoba untuk segala keterbatasan  yang ada dengan fasilitas membuat stadion kebanggaan ini tetap menawan,” katanya. 

Menurut dia, kurang lebih sudah tujuh bulan telah melakukan renovasi tahapan venue Stadion Dipta dan lapangan latihan di Bali.

"Nantinya venue ini akan digunakan dalam pagelaran Piala Dunia U-20 tahun 2023 mendatang," ujarnya. 

Selain venue utama untuk Piala Dunia di pulau dewata, beberapa lapangan latihan juga tidak luput dari sorotan perubahan. 

Adapun lapangan latihan yang digunakan peserta kompetisi usia muda ini yang berlangsung tahun 2023 mendatang antara lain Lapangan Gelora Tri Sakti, Legian, Gelora Samudera, Kuta, Stadion Ngurah Rai, Denpasar dan Stadion Kompyang Sujana, Denpasar.  

CEO Bali United Akan Umumkan Kedatangan Pemain Asing Baru, Kadek Agung Siap Adaptasi

Perubahan yang terlihat dari Stadion I Wayan Dipta sendiri antara lain penambahan ruangan di sisi barat stadion diantaranya empat ruang ganti yang berada di sisi utara dan bagian selatan.

Masing-masing ruang ganti tersebut dilengkapi fasilitas seperti ruang pijat, bak rendam air, shower, toilet, dan tempat cuci sepatu.

Ada juga lapangan latihan indoor turut dilengkapi di sisi barat.. 

Selain itu penambahan ruangan media, ruang perangkat pertandingan juga mengalami perubahan. 

Tribun barat sendiri dilengkapi dengan kapasitas 5.000 kursi sesuai dengan syarat Piala Dunia U-20 mendatang.

Pencahayaan lampu penerang stadion juga berkapasitas 500 hingga 2400 LUX sesuai standar dari FIFA.

Pelatih Bali United Beberkan Kandidat Pemain Asing Baru, Tetap Mengisi Posisi Gelandang Serang

Untuk bench sudah tersedia 23 kursi untuk masing-masing tim yang bertanding dengan tambahan empat kursi sebagai cadangan dari masing-masing sisi yang tersedia.

Joko Nugroho, Project Manager PT PP Persero Kegiatan Renovasi Venue Utama dan lapangan latihan Piala Dunia U-20 Provinsi Bali, menambahkan masyarakat Bali patut berbangga dengan fasilitas Stadion Dipta ini dengan kapasitas pencahayaan lampu hingga 2400 LUX ditopang oleh tiang penyangga hampir 50 meter dari dasar. 

Ini menjadi stadion pertama di Indonesia yang akan kami daftarkan sebagai rekor MURI. 

"Mohon doa dari semeton sekalian. Selain itu, penyiraman air untuk rumput lapangan sendiri sudah muncul dari tengah lapangan secara otomatis. Metode penyiraman ini belum banyak diterapkan oleh stadion lain yang ada di Indonesia. Kami juga menghadirkan videotrone yang berdiri di sisi utara dan selatan dari stadion, " jelasnya. 

Menurutnya, dua buah videotrone ini bisa menjadi penunjang untuk menghadirkan video-video gol maupun momen selama pertandingan berlangsung. 

Persiapan Liga 1, Bali United Mulai Latihan Tertutup dengan Prokes Ketat

"Terakhir adalah lampu stadion yang bisa diatur pencahayaan lampunya dengan musik yang diputar dalam stadion. Tentu ini akan menghadirkan suasana semangat dan aura yang semakin luar biasa ketika stadion ini menyelenggarakan pertandingan nantinya,” jelas Joko Nugroho. (*) 

Ikuti berita terkini Bali United

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved