Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

KRITIK Pedas Jansen, Soroti Fair Play Insiden Kopitovic, Suarakan Pentingnya Nilai Sportivitas! 

Johnny Jansen secara terbuka menyoroti satu peristiwa di babak kedua yang memantiknya untuk bersuara terkait fair play dalam sepakbola. 

Tayang:
Tribun Bali/Istimewa/Bali United 
PANTAU LATIHAN – Kepala pelatih Bali United, Johnny Jansen saat memantau jalannya latihan skuad Serdadu Tridatu beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM – Pertemuan antara Bali United dan Borneo FC Samarinda dipertandingan pekan ke-32 BRI Super League tidak saja menyuguhkan terjadinya lima gol semata, namun pula tensi tinggi sepanjang laga. 

Sejak peluit awal wasit berbunyi berlangsung tanda dimulainya duel di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (11/5), kepala pelatih Bali United, Johnny Jansen melontarkan kritik pedasnya mengenai rasa hormat dan mental bertanding di lapangan hijau. 

Johnny Jansen secara terbuka menyoroti satu peristiwa di babak kedua yang memantiknya untuk bersuara terkait fair play dalam sepakbola. 

Dia menilai pada situasi tertentu, pemain harus bisa memperlihatkan perilaku sportivitas dengan menghentikan laga sesaat ada pemain lawan yang terjatuh. 

Baca juga: BATU Sandungan Bagi Persib Bandung, Jika Borneo FC Menang Lawan Bali United Malam Ini di Dipta!  

Baca juga: Konsistensi Bali United di Bangkalan, Ambisi Jungkalkan Madura United ke Zona Degradasi

“Pada pertandingan ini, kami ingin bangkit kembali. Di babak kedua sempat ada situasi yang menegangkan. Kalau saya tidak salah mengingat kejadiannya, bola seharusnya dibuang keluar lapangan,” kata Johnny Jansen

Ia menyoroti momen ketika penyerang Bali United, Boris Kopitovic, membuang bola keluar lapangan karena ada pemain yang tergeletak di tanah. Sayangnya, tindakan tersebut tidak dibalas dengan rasa hormat serupa oleh penggawa Borneo FC. 

“Bagi saya, itu soal rasa hormat. Kami bermain dengan intensitas tinggi dan ada pemain yang terjatuh di lapangan. Dalam situasi seperti itu, menurut saya bola harus dibuang keluar,” imbuhnya.

Jansen pun memberikan pernyataan pedasnya terhadap mentalitas tim lawan yang saat ini sedang bersaing ketat dengan Persib Bandung di puncak klasemen. Meski pertandingan berlangsung keras, Johnny mengapresiasi sikap pemain kedua tim yang tetap mampu menjaga pertandingan tanpa keributan besar.

“Itulah nilai yang saya pegang. Saya ingin menunjukkan rasa hormat, tetapi juga karakter. Saya tumbuh dengan nilai seperti itu,” ujar Johnny. (ian)

Bersiap Hadapi Bhayangkara FC

Selain soal fair play, pelatih Bali United Johnny Jansen menyinggung pentingnya mental kompetitif dalam tim. Menurutnya, pemain harus memiliki keberanian untuk saling menuntut demi perkembangan bersama.

“Hal lain yang membuat saya senang adalah tidak terjadi perkelahian di lapangan. Namun saya juga merasa sikap bertarung antar-pemain terkadang masih kurang. Jika ingin berkembang, pemain harus berani saling menuntut dan saling mendorong untuk menjadi lebih baik,” tutur mantan pelatih PEC Zwolle ini.

Memasuki pekan ke-33 Super League, Bali United bersiap menghadapi Bhayangkara FC Presisi di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Minggu (17/5), pukul 16.30 Wita atau 15.30 WIB. 

Bali United saat ini masih menghuni posisi di urutan ke-8 klasemen sementara dengan raihan 45 poin. Sedangkan calon lawannya, Bhayangkara FC, saat ini menempati urutan ke-7 di klasemen dengan mengoleksi 50 poin.

Pertemuan kedua kesebelasan diprediksi bakal berlangsung menarik karena sama-sama mengincar kemenangan demi memperbaiki posisi mereka di klasemen jelang berakhirnya kompetisi Super League musim 2025/2026. (ian)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved