Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Selebrasi Lokal

De Berry Denpasar Siap Meriahkan Nobar Piala Dunia 2026, Libas Pertandingan Penyisihan Hingga Final

De Berry Denpasar Siap Meriahkan Nobar Piala Dunia 2026, Libas Pertandingan Penyisihan Hingga Final

Tayang:
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Manajer De Berry Denpasar, Nyoman Kariadi. Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menyambut euforia dan gairah Piala Dunia 2026, De Berry Beerhouse Denpasar bersiap memanjakan para pencinta sepak bola di Bali dengan menggelar agenda nonton bareng (nobar). 

Meski terkendala perbedaan waktu yang membuat mayoritas pertandingan krusial tayang pada pagi hari, pihak manajemen telah menyusun strategi matang untuk menghadirkan atmosfer pertandingan yang magis bagi para suporter.

Manajer De Berry, Nyoman Kariadi menceritakan bahwa penyelenggaraan nobar sebenarnya sudah menjadi agenda rutin di tempatnya, mulai dari laga Liga Inggris hingga Liga Champions. 

Baca juga: Rekomendasi Tempat Nobar Piala Dunia 2026 di Bali, De Berry Denpasar Siap Hidupkan Euforia Big Match

Namun, Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini memberikan tantangan yang sangat berbeda karena faktor zona waktu.

"Hanya saja kan matchnya rata-rata pagi hari. Nah, ini yang menjadi tantangan, karena di jam-jam itu kan tidak seramai di jam-jam istilahnya seperti jam 10 atau 11 malam," ujar Nyoman Kariadi saat diwawancarai di De Berry Denpasar, pada Kamis 4 Juni 2026.

Baca juga: Begini Aturan Nobar Piala Dunia 2026 di Bali, Lisensi Komersial Mulai Rp10 Juta

Untuk menyiasati kendala tersebut, manajemen De Berry bersikap selektif dalam memilih pertandingan yang akan disiarkan. 


Mengingat mereka menggunakan proyektor dan layar besar (big screen) di area depan, faktor cahaya matahari menjadi penentu utama operasional nobar, pertandingan yang disiarkan dibatasi pada laga-laga yang bergulir saat hari masih gelap.


"Match yang kita pilih itu ya paling yang terakhir, tayang malam atau mungkin tayangnya di jam 3 atau jam 4 pagi, itu masih bisa kita tayangkan. Tapi kalau yang sudah jam 9 atau jam 10 pagi, mungkin kita lepas saja," kata Nyoman.


"Karena kan di depan kita pakai proyektor, kalau area sekitar sudah terang kan tidak bisa juga kita tayangkan. Kecuali menggunakan TV baru bisa, tapi kan feel dan sensasinya beda. Big screen itu lebih terasa menikmati bersama," imbuhnya.


Terkait perizinan, Kariadi memastikan seluruh administrasi dan hak siar untuk menggelar nobar ini sudah tuntas sejak jauh-jauh hari guna menjamin kenyamanan pengunjung. 


Komitmen ini diambil demi menjawab besarnya permintaan dari berbagai komunitas suporter bola di Bali.


"Izin siar semua sudah clear. Kita bahkan sudah ambil dari bulan April kemarin. Kebetulan kita memang sudah persiapkan untuk itu karena memang banyak juga komunitas yang meminta dan bertanya, 'Ayo Piala Dunia gimana nih di De Berry?" tutur dia.


"Awalnya kita sempat ragu karena jadwalnya pagi hari semua. Kalau diambil sayang, kalau tidak diambil juga komunitas kasihan. Ya sudah, akhirnya kita menyesuaikan dengan jadwal kerja anak-anak (karyawan) saja nanti. Misalkan kalau ada match jam 3 pagi, jam kerja mereka bisa kita mundurkan 2 sampai 3 jam," urainya.


Mengenai kapasitas, area nobar di Beerhouse De Berry mampu menampung hingga 100 orang pengunjung, meski saat ini ketersediaan kursi normal berada di angka 60 unit. 


Untuk teknis pemesanan, Kariadi menegaskan tidak ada sistem tiket masuk atau Harga Tiket Masuk (HTM) konvensional pada fase-fase awal turnamen. Pengunjung cukup datang dan memesan menu secara normal dengan nominal yang sangat terjangkau.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved