Selebrasi Lokal
De Berry Denpasar Siap Meriahkan Nobar Piala Dunia 2026, Libas Pertandingan Penyisihan Hingga Final
De Berry Denpasar Siap Meriahkan Nobar Piala Dunia 2026, Libas Pertandingan Penyisihan Hingga Final
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Aloisius H Manggol
"Kalau di sini untuk pertandingan-pertandingan awal itu ya just order biasa. Mereka datang, kita tidak tarik HTM dan sebagainya. Jadi cukup belanja saja, sudah bisa nonton. Kita ada minuman yang harganya mulai dari Rp25.000," ujar dia.
"Mereka beli itu sudah boleh duduk dan nonton bareng," imbuh Nyoman.
Namun, regulasi akan diperketat saat turnamen memasuki fase gugur yang krusial, seperti babak 16 besar hingga laga final.
Pihak manajemen akan menerapkan sistem First Drink Charge (FDC) sebagai bentuk penyaringan pengunjung demi menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama.
Langkah ini juga diambil untuk mematuhi regulasi penyiaran yang melarang penarikan tiket masuk komersial secara sembarangan.
"Nanti kalau pertandingan besar atau big match, misalkan babak 16 besar, baru kita mungkin akan berlakukan FDC, bukan HTM ya karena kalau HTM kan tiket dan itu tidak diperbolehkan. Jadi sistemnya First Drink Charge," kata dia.
"Pas masuk mereka langsung membayar misalkan Rp25.000 dan langsung dapat produk, misalnya minuman satu botol. Apalagi di final, itu sudah pasti kita pakai FDC karena untuk skrining juga penonton yang datang," sambungnya.
"Biar orang-orang bisa menikmati pertandingan dengan enak, santai, dan euforianya dapat. Kalau kita biarkan terlalu open, masalahnya nanti akan tidak nyaman buat pencinta sepak bola sejati," tegasnya.
Keamanan menjadi atensi utama manajemen mengingat potensi gesekan antarsuporter selalu ada dalam sebuah laga besar.
De Berry telah menyiapkan skema sterilisasi area untuk mengantisipasi keributan. Jika ada dua komunitas besar dari negara yang sama-sama memiliki basis massa kuat bertemu, manajemen akan melakukan rekayasa penempatan posisi.
"Biasanya kalau nobar dalam konteks big match, kita akan tutup area kita. Jadi biar orang-orang tidak berdiri meluber di pinggir jalan. Kalau memang mereka niat nobar, ya harus masuk ke dalam area," bebernya.
"Itu salah satu cara kita membatasi agar orang yang tidak berkepentingan tidak berbuat resek di tempat kita. Kalau di dalam area sendiri, biasanya kalau pertandingan level negara atau dunia itu suporternya lebih sehat dan fleksibel dibanding fanatisme Liga domestik Indonesia," sambung dia.
Menurutnya di ajang Piala Dunia, semua kalangan bisa membaur, meski mereka berseberangan secara klub lokal, tapi di Piala Dunia bisa bersatu karena mendukung negara yang sama.
"Jika ada dua komunitas besar bertemu, ya kita bagi posisinya, mungkin di sisi timur separuh dan di sisi barat separuh. Atau justru kita baurkan, karena kalau membaur mereka biasanya tidak terlalu menonjolkan ego kelompok yang tinggi," ujarnya.
| Rekomendasi Tempat Nobar Piala Dunia 2026 di Bali, De Berry Denpasar Siap Hidupkan Euforia Big Match |
|
|---|
| Begini Aturan Nobar Piala Dunia 2026 di Bali, Lisensi Komersial Mulai Rp10 Juta |
|
|---|
| Nobar Piala Dunia 2026 di Bali Wajib Daftar, Kawasan Wisata Dominasi Permohonan Nobar |
|
|---|
| Piala Dunia 2026: Kadek Arel Ungkap Rencana Nobar Bareng Pemain Bali United |
|
|---|
| Prediksi Piala Dunia 2026 Kadek Arel: Prancis Juara, Lamine Yamal dan Pau Cubarsi Bakal Mengguncang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Manajer-De-Berry-Denpasar-Nyoman-Kariadi.jpg)