Berita Jembrana
Warga Binaan Rutan Negara Kembangkan Hidroponik di Jembrana
Warga binaan Rutan Kelas II B Negara baik tahanan dan narapidana mengembangkan tanaman hidroponik.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Warga binaan Rutan Kelas II B Negara baik tahanan dan narapidana mengembangkan tanaman hidroponik.
Tanaman ini dikembangkan di dalam lapas, sesuai dengan 10 prinsip pemasyarakatan yang mana salah satunya berbunyi “Ayomi dan berikan bekal hidup agar mereka dapat menjalankan perannya sebagai warga masyarakat yang baik dan berguna”.
Hal ini sudah beberapa bulan belakangan dilakukan oleh warga binaan.
Kepala Rutan Negara, Hendra Bambang Setyawan mengatakan, Rutan Negara meskipun berfungsi sebagai Rumah Tahanan, namun tidak meninggalkan program-program pembinaan kepada warga binaannya.
Baca juga: PLN Bali Dorong Masyarakat Manfaatkan Hidroponik
Sukses di bidang perkebunan seperti jagung, kacang panjang, tomat dan sayur lainnya, maka Rutan Negara kini mulai mengembangkan teknik pertanian di bidang hidroponik.
“Setiap warga binaan sesuai dengan prinsip agar memberikan bekal ketika keluar dari rumah tahanan,” ucapnya, Minggu 8 Agustus 2021.
Dijelaskannya, bahwa dalam penanaman hidroponik ini, dimulai dengan menanam kangkung pada lahan hidroponik seluas 2,5 m x 7 m yang tepat berada di atas kolam patin.
Para tahanan ini memiliki beberapa pos kerja (pokja).
Nah, untuk penanaman ini dikerjakan oleh pokja hidroponik, yang dikelola oleh 4 orang warga binaan.
Adapun penempatan empat orang warga binaan dalam pokja ini telah melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan.
Dikawal dan dipantau secara langsung oleh pembina pengelola kemandirian Rutan Negara, warga binaan dapat bebas meningkatkan keterampilan di bidang hidroponik.
“Nantinya, warga binaan memiliki nilai tambah ketika selesai menjalani masa hukuman di Rutan Negara. Terus berinovasi dan memberikan yang terbaik merupakan prinsip Rutan Negara dalam membina warga binaan,” bebernya.
Bertani dengan Sistem Hidroponik Akan Digencarkan Dinas Pertanian & Pangan di Wilayah Badung Selatan
Wilayah Badung selatan akan menjadi sasaran utama dalam penerapan pertanian hidroponik.
Selain minim lahan pertanian, Badung selatan dipilih lantaran merupakan wilayah yang kering, dan kini merupakan wilayah pariwisata yang minim lahan pertanian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/warga-binaan-yang-mengerjakan-tanaman-hidroponik.jpg)