Transfer Pemain

Bergaji Selangit, Ini Sebabnya PSG Tak Terhalang Aturan Financial Fair Play Usai Rekrut Leo Messi

Leo Messi diperkenalkan sebagai pemain anyar PSG dengan status free transfer dari Barcelona sekaligus menyudahi spekulasi masa depan pemain berjuluk

Editor: Ady Sucipto
twitter@PSG_inside
Lionel Messi diperkenalkan sebagai pemain baru di PSG. 

TRIBUN-BALI.COM – Mantan pemain Barcelona, Lionel Messi atau Leo Messi akhirnya resmi menjadi pemain PSG pada Selasa 10 Agustus 2021 dini hari Wita.

Leo Messi diperkenalkan sebagai pemain anyar PSG dengan status free transfer dari Barcelona sekaligus menyudahi spekulasi masa depan pemain berjuluk La Pulga.

Kendati berstatus free transfer, manajemen PSG juga harus merogoh kocek lebih dalam untuk menggaji Leo Messi per musimnya.

Pasalnya pemain sekelas Leo Messi tentu tak bisa disamakan gajinya dengan pemain lainnya di PSG.

Terbaru, Leo Messi bakal menerima gaji sekira 40 juta euro.

Nominal tersebut sudah termasuk potongan pajak yang dikenakan padanya.

Beban finansial klub berjuluk Les Parisiens itu pun akan semakin meningkat seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Hari Ini Lionel Messi Dijadwalkan Les Parisiens Diperkenalkan di Menara Eiffel sebagai Pemain PSG

Baca juga: Ini Alasan Lionel Messi Pilih Nomor Punggung 30 di PSG, Berkelindan dengan Debutnya di Barcelona

Dengan sosok Neymar, Mbappe, Di Maria, dan Gigio Donnarumma yang juga memiliki gaji selangit.

Barangkali tak sedikit pihak yang garuk-garuk kepala bagaimana cara PSG menampung mereka semua.

Apakah beban gaji itu tak melanggar skema Financial Fair Play (FFP) yang digunakan UEFA?

Untuk sekarang, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak.

Dikutip dari laman Football Transfer, skema Financial Fair Play saat ini tengah mengalami pelonggaran.

Pandemi Covid-19 mengakibatkan UEFA memberi kelonggaran untuk menilai neraca keuangan klub.

Ini Alasan Lionel Messi Pilih Nomor Punggung 30 di PSG, Berkelindan dengan Debutnya di Barcelona
Ini Alasan Lionel Messi Pilih Nomor Punggung 30 di PSG, Berkelindan dengan Debutnya di Barcelona (Kolase/Twitter@PSG_Inside)

Skema break-even atau titik impas dianggap tidak relevan digunakan selama pandemi.

Jadi, UEFA menggantinya dengan proyeksi keuangan klub untuk waktu sekarang dan akan datang.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved