Breaking News:

Serba Serbi

Buda Wage Klawu, Ada Kepercayaan Tak Boleh Membayar Hutang

Mulai dari Kajeng Kliwon yang rutin dilaksanakan setiap 15 hari sekali, begitu pula Purnama Tilem dan hari raya besar lainnya termasuk Buda Wage Klawu

Penulis: Putu Supartika | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi sembahyang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Umat Hindu di Bali tak bisa dipisahkan dari ritual atau upacara.

Mulai dari Kajeng Kliwon yang rutin dilaksanakan setiap 15 hari sekali, begitu pula Purnama Tilem dan hari raya besar lainnya termasuk Buda Wage Klawu.

Buda Wage Klawu ini dirayakan setiap enam bulan sekali atau 210 hari sekali.

Pertemuan antara saptawara Buda (Rabu) dengan pancawara Wage serta wuku Klawu inilah yang disebut sebagai hari raya Buda Wage Klawu.

Hari raya ini juga dikenal dengan nama Buda Cemeng Klawu dan dirayakan hari ini, Rabu 11 Agustus 2021.

Hari raya ini merupakan pemujaan terhadap Bhatara Rambut Sedana yang dilaksanakan di merajan keluarga, pemilik toko, pura khayangan tiga desa pakraman, maupun pura khayangan jagat di Bali.

Beberapa umat Hindu juga ada yang memaknainya dengan menghaturkan banten di tempat penyimpanan uang maupun di uangnya. 

Selain itu, dalam lontar Sundarigama disebutkan; 

Buda waga, ngaraning Buda Cemeng, kalingania adnyana suksema pegating indria, betari manik galih sira mayoga, nurunaken Sang Hyang Ongkara mertha ring sanggar, muang ring luwuring aturu, astawakna ring seri nini kunang duluring diana semadi ring latri kala.

BACA JUGA: Dampak Dari PPKM Berjilid-jilid, Ekonom Celios Perkirakan Jumlah Penduduk Miskin Akan Bertambah

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved