Breaking News:

Berita Denpasar

Dampak Dari PPKM Berjilid-jilid, Ekonom Celios Perkirakan Jumlah Penduduk Miskin Akan Bertambah

Director Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira memperkirakan jumlah penduduk miskin di Indonesia akan mengalami peningkatan

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Director Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Setelah Pemerintah menerapkan kebijakan PPKM Darurat hingga berjilid-jilid, Director Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira memperkirakan jumlah penduduk miskin di Indonesia akan mengalami peningkatan. 

Menurutnya pada September tahun ini Indonesia memiliki risiko lebih tinggi karena kondisinya lebih berat.

Untuk tahun lalu kelas menengah masih memiliki simpanan dan aset.

Sementara pada tahun ini banyak yang jatuh dibawah garis kemiskinan.

Padahal sebelum pandemi sudah terdapat 115 juta kelas menengah rentan miskin yang mudah turun kelas karena bencana. 

"Akan ada tambahan 1-1.5 juta orang miskin baru hingga per September 2021 mendatang. Angka ini disebutkan meningkat sangat tinggi hanya dalam rentang waktu singkat. Sebab, per Maret 2021 dibandingkan Maret 2020 jumlah penduduk miskin naik 1.12 juta orang," katanya pada Selasa 3 Agustus 2021.

Lebih lanjut, Bhima Yudhistira menerangkan perpanjangan PPKM tentunya juga akan berdampak terhadap konsumsi masyarakat yang makin menurun.

Lantaran kesulitan bekerja di saat pembatasan sosial masih ketat.

Disamping itu, kelas menengah ke atas menahan belanja dan lebih banyak menabung dan industri manufaktur juga sudah alami penurunan kinerjanya di bulan Juli.

Hal tersebut terlihat dari Pembelian Manufaktur Indonesia (PMI) yang jatuh ke level 40,1 dari sebelumnya di 53.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved