Afghanistan
Kelompok Taliban Ambil Paksa Gadis Muda dan Janda di Daerah yang Mereka Kuasai
Kini milisi Taliban mengincar Mazar-i-Sharif, kota terbesar di utara negeri itu. Jika jatuh ke tangan Taliban, maka semakin mengancam nasib pemerintah
TRIBUN-BALI.COM, KABUL- Kelompok Taliban mulai mengambil paksa para janda dan gadis muda di daerah yang dikuasai di Afghanistan.
Demikian menurut pengakuan penduduk setempat. Sejak melancarkan serangan total bulan Mei 2021, kelompok pemberontak itu dilaporkan sudah menguasai enam ibu kota provinsi di Afghanistan.
Kini milisi Taliban mengincar Mazar-i-Sharif, kota terbesar di utara negeri itu. Jika jatuh ke tangan Taliban, maka semakin mengancam nasib pemerintah yang sah.
Di tengah pertempuran yang makin memberatkan pemerintah, Amerika Serikat (AS) tetap meneruskan proses penarikan pasukan yang diperkirakan selesai akhir Agustus 2021 ini.
Baca juga: Pemberontak Taliban Kuasai 85% Wilayah Afghanistan, Inggris Nyatakan Akan Bekerjasama
Baca juga: Afganistan Berencana Lakukan Serangan Balasan ke Taliban, Enam Distrik Telah Dikuasai Taliban
Meski begitu utusan untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad berada di Qatar untuk membujuk Taliban melakukan gencatan senjata.
Kementerian Luar Negeri AS menyatakan, Khalilzad bakal mencoba mendesak pemberontak untuk mengakhiri serangan mereka.
Selain Khalilzad, utusan dari Uni Eropa, Qatar, Inggris, China, maupun Pakistan juga mendiskusikan situasi di Afghanistan yang makin mengkhawatirkan.
Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan, kini tinggal upaya Kabul dan pasukannya untuk mencoba mendapatkan kemenangan dari pemberontak.
Dilansir AFP Selasa 10 Agustus 2021, Kirby menekankan Washington tidak bisa berbuat banyak untuk membantu pemerintah Afghanistan dalam konflik berkepanjangan dengan Taliban.
Perlakuan brutal
Di tengah pertempuran yang makin sengit, puluhan ribu orang mengungsi dengan muncul sejumlah kisah brutal yang dilakukan pemberontak.
Rahma, yang awalnya tinggal di Sheberghan, mengungkapkan bagaimana para milisi melakukan penjarahan dan penyiksaan terhadap warga sipil.
"Jika ada gadis muda atau janda di sebuah keluarga, mereka bakal mengambilnya secara paksa. Jadi kami kabur demi mempertahankan martabat kami," kata Rahma.
Di Kota Kunduz yang direbut pemberontak pada akhir pekan, warga menuturkan toko-toko mulai dibuka lagi di pusat kota.
Taliban dilaporkan bergerak ke arah bandara, untuk melenyapkan pasukan pemerintah yang mundur dan bermarkas di sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/taliban-di-kunduz.jpg)