Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Kabar Duka Seniman Bali Didon Kajeng Berpulang, Made Jerry: Sosok Inspirasi Bagi Kawan Tunanetra

Seniman serba bisa yang juga penyandang disabilitas, Didon Kajeng berpulang.

Tribun Bali/Noviana Windri
Didon Kajeng saat ditemui Tribun Bali di Colony Hub, Plaza Renon, Denpasar, Minggu 1 September 2019 lalu - Seniman Serba Bisa Didon Kajeng Berpulang, Made Jerry: Sosok Inspirasi Bagi Kawan Tunanetra 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seniman serba bisa yang juga penyandang disabilitas, Didon Kajeng berpulang.

Menurut informasi yang diterima Tribun Bali, Didon menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa 10 Agustus 2021, pukul 23.00 Wita, di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali

Pria kelahiran Jembrana, 5 Maret 1976 ini, tutup usia diusia 45 tahun.

Semasa hidupnya, ia sangat aktif berkesenian termasuk merangkai bunga dengan beberapa prestasi.

Baca juga: Belum Terima Honor Sejak Pentas Bulan Lalu, Seniman Tabanan Pertanyakan Honor PKB

Ia juga mendirikan Komunitas Teratai dengan anggota penyandang tunanetra yang kemudian berubah menjadi Yayasan Telaga Teratai Indonesia yang bermarkas di Jalan Pulau Rembulan, No. 7 Dauh Puri Kelod, Denpasar.

Salah satu sahabat Didon yang juga bendahara Yayasan Telaga Teratai, Made Jerry Juliawan mengatakan, Didon merupakan sosok yang luar biasa bagi dirinya dan teman-teman tunanetra.

“Di mata saya sangat luar biasa, dulunya beliau normal dan bisa melihat, namun karena penyakitnya beliau menjadi tunanetra. Dan beliau benar-benar inspirasi teman tunanetra,” kata Jerry, saat dihubungi Tribun Bali, Rabu 11 Agustus 2021.

Didon memperkenalkan sastra, teater dan seni merangkai bunga kepada penyandang tunanetra.

“Menurut beliau kami kekurangannya hanya di mata, hanya mata yang tidak bisa melihat, selebihnya semuanya normal, maka tidak ada alasan untuk tidak semangat berkarya. Mungkin yang melek butuh 2 jam, kita 3 sampai 4 jam, yang membedakan hanya waktu,” katanya mengingat pesan dari Didon.

Jerry mengatakan, jika Didon sudah bolak balik cuci darah sejak empat lima tahun lalu.

Akan tetapi, semangatnya tak pernah pudar dalam berkreativitas.

“Meskipun beliau harus cuci darah dua kali seminggu, namun tidak pernah mengeluh dengan kondisinya. Jadi saya merasa harus lebih semangat dari beliau,” imbuhnya.

Jerry kenal dengan Didon sekitar tahun 2013 lalu semenjak Didon tunanetra.

Bersamanya dan beberapa penyandang tunanetra, Didon kemudian mendirikan Komunitas Teratai tahun 2016 yang kemudian menjadi Yayasan Telaga Teratai Indonesia sejak tahun 2020.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved