Berita Bangli
Kasus Aktif Covid-19 Bertambah 136 Dalam Dua Hari di Bangli
Kasus aktif virus corona di Bangli, Bali, dalam dua hari terakhir mengalami peningkatan cukup tinggi.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kasus aktif virus corona di Bangli, Bali, dalam dua hari terakhir mengalami peningkatan cukup tinggi.
Berdasarkan catatan, penambahan kasus aktif mencapai 136 kasus dalam dua hari terakhir.
Humas Satgas Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa saat dikonfirmasi Jumat 13 Agustus 2021, membenarkan hal tersebut.
Ia menyebutkan, dari 136 penambahan kasus, 79 kasus diantaranya tercatat pada hari Kamis 12 Agustus 2021.
Baca juga: Lantaran Positif Covid-19 dan Harus Menjalani Isoter, Tiga Tahanan Polsek Kota Dititip ke RSJ Bali
Sementara, pada hari Jumat 13 Agustus 2021, tercatat penambahan sebanyak 57 kasus.
"Hingga saat ini, jumlah kasus Covid-19 secara akumulasi sebanyak 3.855 kasus. Sedangkan jumlah warga yang masih dalam perawatan sebanyak 432 orang," sebutnya.
Kendati jumlah penambahan kasus tergolong tinggi, Dirgayusa mengatakan, angka kesembuhan juga tergolong cukup tinggi.
Di mana pada hari Kamis 12 Agustus 2021, warga yang dinyatakan sembuh tercatat sebanyak 57 orang.
Sedangkan pada hari Jumat, sebanyak 18 orang.
Sehingga, catatan angka kesembuhan mencapai 3.262 orang.
Sementara, disinggung kasus kematian, pihaknya mengatakan, tercatat penambahan dua orang pada hari Kamis 12 Agustus 2021.
Keduanya merupakan warga asal Kecamatan Susut, yakni Desa Apuan dan Desa Susut.
"Yang dari Apuan merupakan petani berusia 72 tahun. Sedangkan yang dari Susut merupakan kariawan honorer berusia 32 tahun. Keduanya meninggal saat menjalani perawatan di RSU Bangli," tandasnya.
Petugas Pemakamaan Jenazah Pasien Covid-19 di Karangasem Kewalahan, Arimbawa: Lokasinya Beda & Jauh
PETUGAS pemakamaan jenazah pasien Covid-19 di Kabupaten Karangasem kewalahan lantaran beberapa bulan terakhir kasus kematian meningkat.
Rata-rata per hari berkisar antara angka 2 sampai 5 kasus kematian yang tersebar di delapan Kecamatan di Karangasem, Bali.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem IB Ketut Arimbawa mengatakan, jumlah petugas terbatas.
Sementara pasien Covid-19 yang meninggal dunia 2 sampai 5 orang pada saat bersamaan.
Lokasinya berbeda pula antara satu dengan lainnya.
Baca juga: Satgas Covid-19 Bangli Siapkan Aplikasi Data Isolasi Desa, Pengerjaan Telah Mencapai 90 Persen
"Kadang petugas kewalahan memakamkan pasien Covid yang meninggal. Lokasinya beda dan jauh. Misalnya satu pasien meninggal di Kecamatan Kubu, sisanya di Kecamatan Sideman, Bebandem, dan Kecamatan Karangasem," ungkap IB Ketut Arimbawa, Jumat 13 Agustus 2021.
Ditambahkannya, dalam sehari petugas pernah memakamkan 14 jenazah.
Biasanya pihak keluarga mencari hari baik untuk pemakaman sehingga jarak waktu pemakaman berdekatan.
Petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Karangasem terdiri dari beberapa unsur.
Di antaranya dari BPBD selaku OPD pengempu.
Pemakaman juga dibantu staf Dinas Sosial, Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja serta Palang Merah Indonesia Cabang Karangasem.
Data Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Karangasem, Kamis 12 Agustus 2021, jumlah total pasien yang meninggal dunia mencapai 199 orang.
Jumlah terbanyak di Kecamatan Karangasem, disusul Abang, Bebandem, Manggis, dan Kubu.
Petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 akan diberikan uang saku yang layak mengingat tanggung jawab dan risiko yang didapat lumayan berat.
Tidak hanya risiko terpapar, tapi permasalahan di masyarakat juga menyertai petugas pemakaman jenazah.
Menurut rencana uang saku mengunakan dana belanja tidak terduga.
Jumlahnya Rp 250 ribu.
Pada tahun 2020, petugas pemakaman jenazah mendapatkan uang saku Rp 75 ribu per hari.
Tahun 2021 ini pemerintah setempat akan menaikkan jumlahnya. (*).
Kumpulan Artikel Corona di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/humas-satgas-covid-19-bangli-i-wayan-dirgayusanbgfaagj.jpg)