Breaking News:

Berita Bangli

Bangli Mulai Terapkan Isoter Berbasis Desa Dari yang Sebelumnya Memberlakukan Isoman 

Bangli sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Bali serius dalam mengendalikan kasus Covid-19 melalui penerapan isolasi terpusat berbasis desa adat

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, SE., bersama unsur Forkopimda saat meninjau tempat pelaksanaan Isoter berbasis Desa di Isoter Dusun Uma Anyar Desa Tamanbali Kecamatan Bangli, Bangli, Bali, pada Sabtu 14 Agustus 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bangli sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Bali serius dalam mengendalikan kasus Covid-19 melalui penerapan isolasi terpusat (Isoter) berbasis desa adat, dari yang sebelumnya memberlakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah-rumah warga bagi orang tanpa gejala atau gejala ringan (OTG-GR).

Apel gelar kekuatan pengamanan Isoter dilaksanakan di halaman Gedung Diklat Provinsi Bali, Bangli, Bali, pada Sabtu 14 Agustus 2021.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, SE didampingi Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana, S.I.P, Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, S.I.K, M.I.K dan Kajari Bangli Ery Syarifah, SH.MH.

Kekuatan pengamanan Isoter diikuti oleh pasukan gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Dishub dan Dinkes Kabupaten Bangli.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana mengatakan, per Sabtu 14 Agustus 2021 sudah dilaksanakan Isoter di Dusun Uma Anyar Desa Tamanbali Kecamatan Bangli, selain Isoter Kabupaten di Gedung Diklat Provinsi Bali dan SKB Kayuambua.

Di wilayah desa tersebut juga terdapat empat orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang berstatus Orang Tanpa Gejal (OTG) dalam satu pekarangan rumah.

"Kegiatan ini merupakan hasil kesepakatan Kabupaten Bangli dimana bagi warga masyarakat yang OTG melaksanakan isolasi terpusat berbasis Desa maupun Isoter Kabupaten Bangli," terang Bupati Bangli dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Bali.

Masyarakat yang menjalani Isoter bakal mendapatkan perhatian dari pihak desa seperti dari sisi konsumsi sehari-hari, pihak desa mengalokasikan APBDes termasuk bantuan dari Dinas Sosial, relawan, pengusaha serta donatur lainnya.

Pihak banjar dan desa adat diingatkan agar pelaksanaan upacara adat maupun agama lebih ketat lagi dalam penerapan Prokes Covid-19 serta pembatasan maksimal 15 orang.

BACA JUGA: Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Masih Tinggi, Kasus Sembuh Sebanyak 870 Orang 

Sementara itu, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana menyatakan siap mendukung Pemerintah dalam pengendalian Covid-19 bersinergi dengan unsur - unsur terkait lainnya.

BACA JUGA: Kisah Sri Rintis 'Kripik Biru' yang Populer di Bali, Khas Berbahan Kepala dan Leher Ayam

"Mari kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Bangli lebih disiplin dan lebih ketat lagi dalam mematuhi prokes mengingat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 semakin meningkat. Semoga dengan diadakannya Isoter ini kedepan dapat menurunkan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangli," ujar Dandim. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved