Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Afghanistan

PROFIL LENGKAP Presiden Afganistan Ashraf Ghani, Kabur ke Luar Negeri, Tinggalkan Rakyat Sengsara

PROFIL LENGKAP Presiden Afganistan Ashraf Ghani, Kabur ke Luar Negeri, Tinggalkan Rakyat Sengsara

Tayang:
AFP
Presiden Afganistan, Ashraf Ghani (foto kiri), Pejuang Taliban berdiri di atas kendaraan polisi yang rusak di sepanjang pinggir jalan di Kandahar pada 13 Agustus 2021 (foto kanan). 

TRIBUN-BALI.COM - Langkah Presiden Afganistan, Ashraf Ghani kabur ke luar negeri saat pasukan Taliban menguasai ibukota Kabul dipandang sebagai hal yang memalukan.

Demikian dikatakan Eks penasihat Presiden Afghanistan, Shafiq Hamdam.

Ashraf Ghani diketahui kabur meninggalkan Afganistan pada Minggu (15/8/2021).

"Ini memalukan. Masyarakat merasa ditinggalkan, masyarakat merasa dikhianati," kata Hamdam kepada Al Jazeera dari Washington, DC. 

"Setelah upaya bertahun-tahun, dia memberi tanda hitam dalam sejarah demokrasi di Afghanistan."

Baca juga: Tinggalkan Afganistan Saat Sulit, Presiden Pergi Entah Kemana, Taliban Kuasai Istana Presiden

"Dia sendiri melarikan diri dengan timnya dan dia tidak berpikir dua kali tentang jutaan orang yang hidup dalam kesengsaraan, yang hidup dalam ketidakpastian, dan yang sekarang tertinggal, hidup di bawah rezim Taliban," ujarnya.

Selain itu, Hamdan mengatakan Taliban harus membuktikan upaya perlindungan terhadap perempuan.

"Itulah yang saya inginkan dan itulah yang dunia inginkan."

"Dan itu adalah ujian bagi Taliban. Untuk membuktikan apakah mereka telah berubah atau tidak," katanya.

Baca juga: Kekejaman Taliban Berlanjut, Gadis-gadis Dicambuk, Rasa Takut Tumbuh di Seluruh Afganistan

Dia menyoroti kebebasan pendidikan dan bekerja bagi wanita dan anak perempuan.

Siapa Presiden Ashraf Ghani?

Menurut laporan The Guardian Live pada Senin (16/8/2021), Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, diyakini sedang berada di Uzbekistan. 

Sementara itu berdasarkan sumber Wikipedia, presiden ini kabur ke Tajikistan.

Dia meninggalkan Istana Kepresidenan di Kabul pada Minggu (15/8/2021), saat Taliban mulai memasuki ibu kota.

Ghani berdalih ingin menghindari pertumpahan darah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved