Berita Gianyar
47 KK Miskin di Gianyar Dapat Rumah, Jumlah Terbanyak Berada di Kecamatan Ubud
Pemerintah Kabupaten Gianyar tahun ini mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari Pemerintah Pusat yang nilainya mencapai Rp 2,3 miliar
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemerintah Kabupaten Gianyar tahun ini mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari Pemerintah Pusat yang nilainya mencapai Rp 2,3 miliar.
Dana ini disebut sebagai apresiasi Pemerintah Pusat atas kinerja Pemkab Gianyar.
Dana tersebut akan digunakan Pemkab Gianyar membuat rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, yang penghasilannya hanya ucup untuk makan sehari saja, atau bahkan tidak makan karena tidak ada pemasukan.
Berdasarkan data Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKP2) Gianyar, per kemarin ada 47 kepala keluarga (KK) yang akan mendapatkan program rumah ini.
Baca juga: Usulan Penambahan DTKS Bertambah 437 KK Miskin, Dinas Sosial Jembrana: Menunggu Keputusan dari Pusat
Dari data tersebut, mereka tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Gianyar.
Namun, kecamatan yang paling banyak mendapatkan program ini adalah Ubud, yakni 15 unit, disusul Payangan sebanyak 11 unit, Gianyar lima unit, Sukawati tiga unit, Blahbatuh dua unit, sementara Tegalalang dan Tampaksiring masing-masing tiga unit.
Kepala DPKP2 Gianyar, I Gusti Ngurah Swastika membenarkan hal tersebut.
Kata dia, rumah tersebut akan dibangun tahun 2021 ini.
"Yang paling banyak mendapatkan program ini adalah Kecamatan Ubud 15 unit, dan Payangan 11 unit. Untuk kecamatan lainya ada dua sampai 3 unit," ujarnya, Kamis 19 Agustus 2021.
Kriteria untuk mendapatkan bantuan rumah ini mulai dari tak memiliki sumber pendapatan yang jelas atau kalaupun punya tetapi kewalahan dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Setiap pendapatan hanya cukup untuk memenuhi konsumsi makanan pokok yang sangat sederhana.
Tidak memiliki biaya untuk berobat ke tenaga medis kecuali hanya tempat kesehatan gratis.
Tidak mampu membeli pakaian hanya satu buah dalam setahun.
Hanya mampu menyekolahkan anaknya sampai jenjang SMP, serta kondisi rumah tidak layak huni.
Seperti, air hujan masuk ke dalam rumah, rumah rawan roboh namun tak mampu untuk diperbaiki karena keterbatasan biaya, dan sebagainya.
Dikarenakan Ubud dan Payangan banyak mendapatkan unit rumah sehingga anggaran yang terserap ke dua kecamatan itu melebihi Rp 200 juta.
Pengadaannya dilakukan melalui tender.
Di Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali pagu dananya Rp 330 juta, sementara di Ubud pagu dananya Rp 550 Juta.
Untuk satu unit rumah, biayanya Rp 55 juta.
Sementara untuk tanah tempat dibangunnya rumah, merupakan milik masyarakat penerima bantuan rumah.
Baca juga: Kondisi Dapur Nyaris Roboh, Bupati Suwirta Bantu Pembangunan Dapur KK Miskin di Tusan Klungkung
"Hanya anggaran untuk dua kecamatan ini, Ubud dan Payangan masuk tander, karena nilainya diatas Rp 200 juta," ujarnya.
Bagaimana model rumah yang akan dibangun?
Swasta menjawab rumah akan dibangun secara sederhana, namun tetap sangat layak untuk ditinggali.
"Luas bangunannya 4x6 meter, dengan dua kamar tidur dan satu teras. Dengan anggaran Rp 55 juta, tidak bisa sampai proses finishing, seperti pemasangan lantai keramik. Namun tetap layak huni," tandasnya. (*).
Kumpulan Artikel Gianyar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-orang-miskin.jpg)