Corona di Bali
Kasus Covid Masih Fluktuatif di Bali, Target Luhut ke Pemprov, Seminggu Harus Turun
Target Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan alias LBP untuk menurunkan angka Covid-19 di Bali
Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Target Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan alias LBP untuk menurunkan angka Covid-19 di Bali dalam seminggu ternyata masih jauh panggang dari api.
Pasalnya, seminggu setelah misi tersebut diberikan LBP kepada Pemerintah Provinsi Bali, laju angka penyebaran Covid-19 masih fluktuatif.
Dikutip dari data Satgas Covid-19 Bali, pada hari kunjungan kerja (kunker) LBP yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali pada Kamis 12 Agustus 2021 angka penyebaran Covid-19 di Bali tercatat 1.353 orang terkonfirmasi positif dengan angka kesembuhan 1.557 orang dan 35 pasien meninggal dunia.
Bahkan, pada Jumat 13 Agustus 2021 atau sehari setelah kunjungan LBP sendiri angka penyebaran justru melonjak tajam dan mencapai rekor tertinggi sepanjang Covid-19 di Bali.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Bali Belum Turun Dalam Seminggu, Kadiskes Bali Sebut Karena Faktor Varian Delta
Saat itu, jumlah terkonfirmasi positif 1.910 orang dengan angka kesembuhan 2.124 orang dan 51 pasien meninggal dunia.
Lalu, pada Sabtu 14 Agustus 2021 angka positif Covid-19 sempat sedikit menurun dengan jumlah 1.795 orang dan angka sembuh 1.642 orang serta 36 pasien meninggal dunia.
Pada Minggu 15 Agustus 2021 jumlah angka positif Covid-19 sempat turun cukup besar, tetapi masih di atas empat digit.
Saat itu, jumlah positif 1.071 orang, angka sembuh 2.064 orang dan 43 pasien meninggal dunia.
Menariknya, pada Senin 16 Agustus 2021 setelah beberapa lama berada di empat digit, angka penyebaran Covid-19 Bali mulai memasuki tingkat yang cukup rendah yakni terkonfirmasi positif 888 orang dengan angka kesembuhan 963 orang dan 48 pasien meninggal dunia.
Lalu, pada Selasa 17 Agustus 2021 angka penyebaran sedikit naik menjadi 988 orang, sembuh 1.037 orang dan 48 pasien meninggal dunia.
Di Rabu 18 Agustus 2021 jumlah terkonfirmasi positif kembali turun di angka 734 orang dengan sembuh 1.154 orang dan 66 pasien meninggal dunia.
Tetapi pada Kamis 19 Agustus 2021 jumlah terkonfirmasi positif justru kembali meningkat mencapai empat digit angka.
Dengan jumlah terkonfirmasi positif 1.032 orang, angka kesembuhan 1.025 orang dan 62 pasien meninggal dunia.
Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bali, Ketut Suarjaya mengakui hal tersebut.
Ia mengatakan, masih fluktuatifnya kasus di Bali akibat tingginya penularan varian delta.
Apalagi, pihaknya tengah menggencarkan tracing dan trekking kepada masyarakat dan kontak erat pasien positif.
"Ya memang faktanya begitu dari hasil pemeriksaan swab. Datanya kan real time begitu terjadi penularan yang cukup tinggi juga, karena memang varian delta ini cepat menular. Itu hasil tracing dan trekking masih ribuan juga," kata dia saat dikonfirmasi, Jumat 20 Agustus 2021.
Suarjaya mengatakan, walaupun sempat menurun, tetapi menurutnya penyebaran kasus di Bali belum landai.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta kerjasama semua pihak, utamanya masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Bali.
"Ya kasusnya masih belum landai. Perlu kerjasama kita, biar prokesnya tetap dijaga. Faktanya kan tidak bisa dibantah dari laboratorium swab antigen dan PCR," paparnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan alias LBP memberi misi khusus kepada Gubernur Bali Wayan Koster untuk menurunkan angka Covid-19 di Bali. Bahkan, Koster ditarget oleh LBP untuk menurunkan angka Covid-19 di Pulau Dewata dalam seminggu.
"Saya harap dalam 1 minggu harus ada perbaikan," tegas LBP di sela meninjau proses vaksinasi di Wantilan DPRD Bali, Denpasar, Bali, Kamis 12 Agustus 2021 lalu.
Misi khusus tersebut diberikan LBP seusai dirinya melihat tidak adanya penurunan kasus drastis di Bali.
Padahal, Bali dikenal sebagai daerah yang memiliki tingkat vaksinasi tertinggi di Indonesia.
"Nah supaya Bali ini karena 90 persen sudah divaksin mestinya sih sudah bagus. Tapi kan masih stagnan. Belum turun gini," kata LBP.
Pemerintah pusat menargetkan menjadikan Covid-19 di Bali menjadi endemi di tahun 2022.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Bali, Ketut Suarjaya mengakui target pemerintah pusat tersebut.
Namun ia tidak mau berandai-andai terkait hal tersebut.
"Ya, itu dari sisi epidemiologi. Kita lihat aja nanti," kata dia.
Pun begitu, dengan tingginya jumlah vaksinasi di Bali, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai.
Pasalnya, dengan makin banyaknya masyarakat Bali yang divaksinasi, maka dengan sendirinya akan tercipta herd immunity secara maksimal.
"Dengan meningkatnya jumlah vaksinasi, harapannya antibodi semua makin tinggi, maka makin banyak yang memiliki imunitas dan mudah-mudahan terjadi herd immunity secara maksimal. Kan itu harapannya biar pandemi menjadi endemi," ucapnya.
Apalagi, untuk mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat.
Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.
Per Kamis 19 Agustus 2021 masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 3.123.224 orang, vaksin 2 sebanyak 1.527.115 orang dan vaksin 3 sebanyak 20.262.
Baca juga: Warga yang Terpapar Covid-19 Diantar Menuju Isoter di MTS Negeri 3 Jembrana
Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 5.242.113 dosis dengan sisa stok vaksin 1.055.687 dosis.
"Harapannya seperti itu," katanya.
Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ganip Warsito meminta Pemprov Bali benar-benar serius menangani pandemi.
Salah satunya dengan mengubah secara cepat pandemi Covid-19 menjadi endemi.
Ganip menyebut, apabila pendekatan penanganan Covid-19 diubah menjadi pengendalian Covid-19, maka diharapkan bisa mengubah pandemi menjadi endemi.
"Tujuan besarnya, kita akan nanti mengubah penanganan Covid-19 ini menjadi pengendalian Covid-19. Arahnya mengubah pandemi menjadi endemi. Sehingga kita bisa hidup berdampingan dengan Covid-19 dan masyarakat bisa produktif aman Covid-19," kata Ganip dalam Rapat Koordinasi Penguatan Penanganan Covid-19 di Bali, Kamis 19 Agustus 2021.
Apalagi, Indonesia dipercaya oleh PBB untuk menjadi tuan rumah agenda agenda internasional Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR).
Agenda dua tahunan yang digelar United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) atau Badan PBB untuk pengurangan risiko bencana ini direncanakan digelar pada Mei 2022.
Disiplin Bermasker
Di sisi lain, Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana mengingatkan masyarakat agar tetap taat protokol kesehatan, khususnya disiplin memakai masker.
Hal itu ditegaskan Wakpolresta saat membagikan paket sembako dan masker ke warga yang hadir di Benoa Square Kedonganan, Kuta, Badung, Jumat.
Kegiatan itu juga dihadiri Senator DPD RI Bali AA Gde Agung.
"Polresta Denpasar mempunyai kewajiban moral untuk mendisiplinkan masyarakat dalam situasi pandemi Covid-19," ujar Wakapolresta.
Dikatakan Wayan Jiartana, pandemi belum menunjukkan penurunan penyebaran secara signifikan.
Sehingga dalam hal ini Polresta Denpasar bersama instansi terkait lainnya terus melakukan sesuatu demi kesehatan masyarakat.
"Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus menerus menganjurkan agar masyarakat selalu taat dengan protokol kesehatan di mana pun berada agar penyebaran Covid-19 bisa terkendali," katanya.
Baca juga: Petugas Ingatkan Warga Mengenai Pentingnya Menjaga Diri dan Keluarga dari Covid-19
Kegiatan pembagian sembako dan masker mendapat perhatian masyarakat Kuta dan Kuta Selatan.
Wakapolresta berharap dengan kegiatan ini, masyarakat bisa membiasakan diri untuk tetap menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak.
"Ingat bahwa Covid-19 ada di sekitar kita. Maka dari itu selalu waspada dan lindungi orang-orang yang kita sayangi," katanya. (gil/riz)
Kumpulan Artikel Corona di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasien-dirawat-di-icu-di-rsud-klungkung-bali.jpg)