Breaking News:

Berita Jembrana

Serangkaian Hari Petik Laut, Nelayan di Desa Air Kuning Gelar Balap Jukung

Serangkaian hari petik laut, Nelayan di Desa Air Kuning menggelar lomba balap jukung atau perahu layar. 

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Lomba Balap Jukung di Pesisir Pantai Desa Air Kuning, Sabtu 21 Agustus 2021 kemarin  

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Serangkaian hari petik laut, Nelayan di Desa Air Kuning menggelar lomba balap jukung atau perahu layar. 

Lomba balap jukung itu digelar di pesisir pantai desa Air Kuning, dengan 14 peserta lomba. Hal itu langsung dibuka oleh Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna.

BACA JUGA: Sebanyak 102 Warga Binaan Rutan Kelas II B Negara Jalani Vaksinasi Dosis II

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna mengatakan, bahwa lomba balap jukung dalam rangkaian upacara petik laut itu sangat unik dan kreatif.

Setiap peserta berusaha memacu jukung secepat mungkin.

Dimana upacara merupakan bentuk rasa syukur atas apa yang diberikan Tuhan dengan hasil alam kepada masyarakat.

BACA JUGA: Diduga Akibat Bakar Sampah, Lahan Kosong Seluas 21 Are di Jalan Raya Munggu Kapal Terbakar

 “Kita tahu upacara petik laut identik dengan dengan hajatan dan syukuran. Tetapi ini berbeda, sangat unik kita lihat. Ditengah upacara petik laut, nelayan di sini sangat kreatif bisa menggelar perlombaan balap jukung ini. Lomba seperti ini tentu akan menarik banyak masyarakat untuk melihatnya. Penting juga saya ingatkan untuk tetap menjaga prokes,” ucap pria yang disapa Ipat Minggu 22 Agustus 2021.

Ipat mengaku bahwa lomba balap jukung itu sudah digelar pada Sabtu 21 Agustus 2021 kemarin.

Ia berharap, kedepan lomba balap jukung ini bisa dilestarikan serta terus berlangsung setiap tahunnya.

Balap jukung merupakan tradisi yang sudah ada dari dulu, jadi patut untuk dilestarikan.

Lomba ini tentu memiliki daya tarik wisata tersendiri.

“Saya juga harapkan lomba ini bisa menjadi event besar yang mampu menarik wisatawan lokal maupun internasional,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia Petik Laut Jihadi mengatakan upacara petik laut merupakan kegiatan yang rutin diadakan setiap tahunnya sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rejeki yang sudah diberikan khususnya sebagai nelayan.

“Upacara petik laut selalu rutin kita lakukan setiap tahunnya. Disini kelompok nelayan desa Airkuning juga selalu menggelar lomba balap jukung dalam upacara petik laut, sudah menjadi tradisi sejak dulu nelayan disini,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved