Berita Bali
6 UPT Ditjen Hubla di Bali Gelar Program Padat Karya, Agus:Bisalah Kita Mendapat Penghasilan Kembali
Enam UPT tersebut diantaranya KSOP Benoa, Disnav Benoa, KSOP Padangbai, KSOP Celukan Bawang, UPP Gilimanuk dan UPP Nusa Penida
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia melalui enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Provinsi Bali melaksanakan program padat karya tahun anggaran 2021.
Enam UPT tersebut diantaranya KSOP Benoa, Disnav Benoa, KSOP Padangbai, KSOP Celukan Bawang, UPP Gilimanuk dan UPP Nusa Penida.
Pelaksanaan program padat karya Provinsi Bali ini dibuka langsung oleh Dirjen Hubla R Agus H Purnomo secara daring dan tatap muka dengan peserta terbatas tetap menerapkan protokol kesehatan, Rabu 25 Agustus 2021 di halaman Kantor KSOP Benoa.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Agustinus Maun usai menyerahkan peralatan pengerjaan padat karya mengatakan tujuan daripada kegiatan ini adalah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang ekonominya terdampak dari pandemi Covid-19.
Baca juga: Kemenhub Kirim 428 Unit Bus untuk Alat Transportasi pada PON XX di Papua
Setidaknya dengan mereka mengikuti padat karya ini dapat membantu perekonomian keluarga dan perputaran roda ekonomi dapat kembali berjalan.
"Banyak dari saudara-saudara kita ini yang kehilangan pekerjaan atau di PHK akibat dampak pandemi Covid-19.
Maka dari itu pemerintah menginisiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepeduliannya lewat program padat karya, Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melaksanakan kegiatan ini dalam dua gelombang," ujar Agustinus Maun.
Agus Setiawan salah seorang peserta padat karya mengaku program ini sangat membantu dirinya dan keluarga karena sekarang sudah tidak bekerja lagi.
"Kondisi sekarang masih pandemi Covid-19 tentu semua terdampak sekali dengan adanya program ini bisalah kita mendapat penghasilan kembali.
Dulu saya kerja di pariwisata tepatnya kerja di hotel tapi lalu PHK," ungkapnya
Kegiatan ini, kata Agustinus Maun merupakan gelombang kedua dari program padat karya tahun anggaran 2021 untuk di Bali mulai dilaksanakan hari ini pada enam UPT yang ada dibawah Ditjen Hubla.
Enam UPT tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 272 orang dari warga masyarakat sekitar lokasi tempat UPT itu berada.
"Menyerap tenaga kerja kurang lebih 272 orang dengan alokasi anggaran dari seluruh UPT Ditjen Hubla di Bali sebesar Rp 418 juta.
Lama pengerjaan kurang lebih selama 45 hari," imbuh Augustinus Maun. (*)
Artikel lainnya di Berita Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-peserta-padat-karya-tengah-membongkar-paving-blok-halaman-kantor-ksop-benoa.jpg)