Afghanistan
Gerilyawan Afghanistan Klaim Berhasil Pukul Mundur Taliban dari Lembah Panjshir
Ali Nazary selaku juru bicara perlawanan mengatakan, kelompok oposisi bisa mengalahkan Taliban di Lembah Panjshir.
TRIBUN-BALI.COM, KABUL - Perang pecah di Lembah Panjshir antara gerilyawan Afghanistan pro pemerintah yang digulingkan dengan kelompok Taliban.
Pasukan gerilya Afghanistan mengeklaim, kelompok Taliban mundur karena menderita kekalahan di Lembah Panjshir.
Pejabat pemerintahan sebelumnya, dibantu milisi anti-Taliban, membentuk kelompok perlawanan di Panjshir, satu-satunya daerah yang tidak bisa direbut.
Milisi yang menguasai Afghanistan sejak 15 Agustus itu menyatakan, mereka sudah mengirim ratusan anggotanya untuk mengepung Panjshir.
Baca juga: UPDATE: Taliban Telah Kumpulkan Pasukan di Pintu Lembah Panjshir, Markas Pro Pemerintah Afghanistan
Mereka bahkan menyatakan sudah melakukan pengepungan di tiga titik, dengan video truk yang mengangkut ratusan anggotanya diunggah di media sosial.
Dilansir The Sun Senin (23/8/2021), pasukan gerilya menyatakan mereka berhasil memukul mundur musuh sepanjang malam.
Ali Nazary selaku juru bicara perlawanan mengatakan, kelompok oposisi bisa mengalahkan Taliban di Lembah Panjshir.
"Mereka mencoba untuk menyerang tempat ini. Tetapi mereka tidak mampu melakukannya," kata Nazary kepada Financial Times.
Nazary melanjutkan, lawan menghadapi kekalahan dan terpaksa mundur. Namun, klaim tersebut dibantah Taliban.
Juru bicara Zabihullah Mujahid menyatakan, tidak ada pertempuran di Panjshir dan tujuan mereka adalah mencari solusi.
Baca juga: INILAH Lembah Panjshir, Satu-satunya Wilayah Sulit Ditaklukkan Taliban Kini Jadi Markas Perlawanan
Beberapa penentang milisi itu berkumpul di Panjshir, termasuk mantan wakil presiden Amrullah Saleh yang mendeklarasikan diri sebagai penjabat presiden.
"Bergabunglah bersalah kelompok perlawanan. Saya sama sekali tidak akan menunduk kepada teroris Talib itu," tegasnya.
Bergabung bersama Saleh adalah Ahmad Massoud, pemimpin milisi Aliansi Utara yang dikenal sebagai penentang Talib.
Massoud adalah putra Ahmad Shah Massoud, komandan mujahidin yang terkenal gigih sejak invasi Uni Soviet 1970-an.
Baca juga: Taliban Kepung Lembah Panjshir dari Tiga Sisi, Mengklaim Masih Kedepankan Negosiasi
Dalam wawancara dengan media Arab, Massoud menegaskan dia dan anak buahnya akan melawan jika daerahnya direbut paksa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/militer-pendukung-afghanistan.jpg)