Breaking News:

Berita Klungkung

Penekun Spiritual dan Klian Dadia di Klungkung Diminta Antisipasi Kerumunan Saat Perayaan Saraswati

Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta, kembali mengingatkan umat agar menjalankan upacara Saraswati dengan beberapa pembatasan sesuai prokes

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Hari Raya Saraswati yang jatuh pada Sabtu (28/8/2021), kembali dirayakan di tengah situasi PPKM Level IV di Klungkung.

Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta, kembali mengingatkan umat agar menjalankan upacara Saraswati dengan beberapa pembatasan sesuai prokes.

Mulai penekun spiritual hingga kelihan dadia pun diminta mengantisipasi kerumunan, dengan tidak melibatkan banyak warga saat pelaksanaan upacara Saraswati.

Putu Suara menjelaskan, ada beberapa ritual yang biasanya digelar saat Hari Saraswati.

Baca juga: Kabupaten Paling Kecil, Konsumsi Bahan Bakar Premium di Klungkung Paling Tinggi di Bali

 Misalnya nedunang prasati, yang biasanya dilaksanakan oleh setiap pura dadia.

Serta banyak warga yang biasanya bersembahyang ke penekun spiritual, termasuk pelaksanaan persembahyangan di sekolah.

" Biasanya warga banyak sembahyang ke penekun usada saat Saraswati.

Mereka yang dulu pernah sakit dan disembuhkan oleh penekun usada, biasanya datang kembali saat Saraswati untuk sembahyang sebagai ucapan terimakasih.

Sehingga rumah atau merajan penekun usada biasanya ramai dikunjungi warga saat Saraswati," ungkap Putu Suarta, Rabu (25/8/2021).

Sehingga pihaknya pun mengimbau para kelihan dadia, ataupun penekun usada agar bisa membatasi jumlah warga saat hendak melaksanakan upacara saraswati.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved