Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

PROFIL LENGKAP ISIS-K, Pelaku Bom Kembar di Bandara Kabul, Kami Serang Orang Kafir di Rumah Mereka

PROFIL LENGKAP ISIS-K, Pelaku Bom Kembar di Bandara Kabul, Kami Serang Orang Kafir di Rumah Mereka

Tayang:
Wakil KOHSAR / AFP
Staf medis membawa seorang pria yang terluka ke rumah sakit dengan ambulans setelah dua ledakan kuat, yang menewaskan sedikitnya enam orang, terjadi di luar bandara di Kabul pada 26 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Bom bunuh diri di Bandara Kabul Afghanistan menelan 90 korban tewas. 

Sementara korban luka mencapai ratusan orang.

Bom yang diklaim ISIS-K itu membuat proses evakuasi kian sulit.

Menteri angkatan bersenjata, James Heappey memperingatkan mereka yang mengantre di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul untuk pindah ke tempat yang aman.

Baca juga: 90 Orang Tewas di Bandara Kabul, Presiden Biden: Kami akan Buat Kalian Membayar!

Pengungsian besar-besaran warga Afghanistan disebabkan oleh ketakutan akan Taliban, kelompok ekstremis yang pernah berkuasa 20 tahun lalu.

Namun ancaman serangan datang dari "musuh bebuyutan" militan itu, yaitu ISIS-K, afiliasi dari Islamic State (IS) atau Negara Islam atau disebut juga Negara Islam Irak dan Syam.

Namun siapa sebenarnya mereka dan mengapa kedua kelompok militan itu bersilangan?

Berikut penjelasannya seperti yang dikutip dari ITV.

Baca juga: UPDATE Afghanistan: Ledakan Besar Guncang Kabul Beberapa Jam Setelah Bom Bunuh Diri di Luar Bandara

ISIS-K (Washington Examiner)
Siapa ISIS-K?

ISIS-K adalah afiliasi dari kelompok teroris Negara Islam (IS) yang pernah menguasai wilayah besar di Suriah utara dan Irak.

ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) juga dikenal dengan nama ISIL (Islamic State of Iraq and the Levant) atau NIIS (Negara Islam Irak dan Syam) dalam Bahasa Indonesia.

ISIS-K didirikan pada 2015, sebagian besar berbasis di Afghanistan timur, bagian dari daerah yang dikenal sebagai provinsi Khorasan.

Huruf "K" dalam nama mereka diambil dari provinsi tempat mereka berasal.

Kembali pada 2017, Amerika Serikat menjatuhkan "ibu dari semua bom" di daerah itu sebagai peringatan dan menekan terjadinya ancaman.

Namun, pejuangnya diperkirakan tumbuh hingga 2.200 - meskipun angka ini bisa meningkat mengingat kekosongan keamanan yang ditinggalkan oleh pasukan AS dan NATO yang meninggalkan Afghanistan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved